Penyakit campak (measles), yang juga dikenal sebagai rubeola, merupakan infeksi virus yang ditandai dengan demam dan ruam di seluruh tubuh. Campak dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa, namun anak usia balita memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Bagaimana Campak Menular?
Penyakit campak merupakan infeksi yang sangat menular dan disebabkan oleh virus Morbillivirus. Gejala campak tidak muncul secara bersamaan, melainkan bertahap. Beberapa gejala campak yang dapat muncul antara lain:
- Demam tinggi
- Batuk berdahak
- Mata merah atau berair
- Hidung berair
- Kelelahan
- Bintik-bintik merah dengan pusat putih di dalam mulut (bintik Koplik)
- Ruam kulit
- Gangguan pencernaan, seperti diare, sakit perut, dan muntah
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot
- Sakit kepala
Gejala awal campak umumnya berupa demam, batuk, hidung berair, dan mata merah. Setelah 2–3 hari, bintik Koplik mulai muncul di dalam mulut. Saat bintik Koplik memudar, ruam kulit biasanya baru terlihat, sekitar 3–5 hari sejak gejala awal muncul. Pada beberapa kasus, demam dapat muncul bersamaan dengan timbulnya ruam.
Perlu diperhatikan bahwa campak sudah dapat menular sebelum gejalanya terlihat jelas. Sejak gejala awal muncul, virus campak dapat menular melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Campak paling menular pada fase awal yang ditandai dengan demam, batuk, pilek, dan mata merah. Penularan biasanya berhenti sekitar 4 hari setelah ruam muncul.
Baca Juga: Seperti Apa Gejala Awal Penyakit Campak?
Komplikasi Campak yang Perlu Diwaspadai
Anak-anak, terutama balita atau anak dengan daya tahan tubuh yang lemah, lebih rentan mengalami komplikasi akibat campak. Beberapa komplikasi campak yang perlu diwaspadai antara lain:
Dehidrasi
Campak dapat menyebabkan dehidrasi, terutama akibat diare, muntah, demam tinggi, serta berkurangnya asupan cairan. Virus campak dapat mengiritasi saluran pencernaan sehingga memicu diare atau muntah yang cukup parah. Selain itu, saat demam, metabolisme tubuh meningkat sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat dan peningkatan frekuensi napas.
Infeksi telinga
Virus campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga telinga menjadi lebih rentan terhadap infeksi bakteri sekunder, seperti infeksi telinga tengah (otitis media). Jika tidak ditangani, infeksi ini dapat menyebar ke tulang mastoid (mastoiditis) dan berisiko menyebabkan gangguan pendengaran permanen pada kondisi yang berat.
Gangguan saluran pernapasan
Campak dapat menyerang sistem pernapasan dengan menginfeksi sel-sel saluran napas, sehingga menyebabkan peradangan seperti bronkitis (infeksi saluran pernapasan bronkus) atau laringitis, serta dapat berkembang menjadi pneumonia berat. Infeksi ini bisa disebabkan langsung oleh virus campak maupun oleh infeksi bakteri sekunder.
Ensefalitis
Ensefalitis merupakan peradangan pada jaringan otak. Pada kasus campak, virus campak dapat menyerang otak dan menyebabkan komplikasi serius, seperti kejang, gangguan pendengaran, serta gangguan perkembangan atau fungsi kognitif pada anak.
Baca Juga: Mengapa Vaksin Campak Sangat Penting bagi Anak?
Bisakah Campak Dicegah?
Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan campak berfokus pada pemberian vitamin A serta obat-obatan untuk meredakan gejala yang muncul. Dengan perawatan yang tepat, campak umumnya dapat sembuh dalam waktu sekitar 10–14 hari sejak gejala pertama muncul.
Sebagai langkah pencegahan, cara paling efektif untuk melindungi diri dari campak adalah melalui pemberian vaksin MMR, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Anak-anak: Vaksin MR (measles & rubella) diberikan dalam 3 dosis, yaitu pada usia 9 bulan, kemudian dosis lanjutan (booster) pada usia 18 bulan dan 5–7 tahun.
-
Dewasa: Vaksin MMR diberikan dalam 2 dosis, dengan jarak 28 hari antara dosis pertama dan kedua.
Selain vaksinasi, penting untuk menghindari kontak langsung dengan penderita campak. Gunakan masker saat berada di sekitar orang yang sedang sakit. Anak yang terdiagnosis campak sebaiknya tidak masuk sekolah hingga dinyatakan tidak lagi menularkan penyakit.
Jika memiliki pertanyaan seputar campak atau langkah pencegahannya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
John Hopkins Medicine. Measles. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/measles#
CDC. Measles Symptoms and Complications. Available from: https://www.cdc.gov/measles/signs-symptoms/index.html
Mayo Clinic. Measles. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
Cleveland Clinic. Measles (Rubeola). Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8584-measles