Keluarga Berencana (KB) merupakan bagian penting dari program kesehatan di Indonesia sejak 1970-an. Tujuannya tidak hanya mengendalikan pertumbuhan penduduk, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengaturan jarak kelahiran, pencegahan kehamilan tidak direncanakan, serta penurunan risiko kematian ibu dan bayi.
Selain kontrasepsi modern seperti pil, suntik, implan, atau IUD, tersedia pula metode KB alami. Metode ini tidak menggunakan obat, alat, atau prosedur medis, sehingga cocok bagi mereka yang ingin menghindari KB hormonal atau memiliki pertimbangan medis, agama, maupun preferensi pribadi.
Jenis-Jenis KB Alami
Metode kalender
Metode ini memperkirakan masa subur berdasarkan riwayat siklus menstruasi sebelumnya. Pada siklus menstruasi yang normal, ovulasi umumnya terjadi sekitar hari ke-14, sehingga masa subur diperkirakan berada antara hari ke-8 hingga hari ke-19.
Namun, metode ini kurang akurat bagi wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur.
Metode suhu tubuh basal
Metode suhu tubuh basal merupakan salah satu cara untuk memantau ovulasi dengan mengukur suhu tubuh setiap hari. Dalam siklus menstruasi, suhu tubuh wanita biasanya meningkat sekitar 0,5–1°C setelah ovulasi terjadi.
Peningkatan suhu ini menandakan bahwa masa subur telah berlalu dan tubuh berada dalam fase yang relatif tidak subur hingga menstruasi berikutnya.
Baca Juga: Ragam Pilihan Metode Kontrasepsi Pria, Mana yang Terbaik?
Metode lendir serviks
Metode lendir serviks, yang juga dikenal sebagai metode Billings, dilakukan dengan mengamati perubahan lendir serviks sepanjang siklus menstruasi.
- Setelah haid: lendir sangat sedikit atau bahkan tidak ada
- Menjelang ovulasi: lendir menjadi jernih, licin, elastis, dan menyerupai putih telur mentah
- Setelah ovulasi: lendir kembali mengental dan mengering
Masa paling subur terjadi saat lendir tampak jernih, basah, dan elastis.
Metode simptotermal
Metode ini merupakan kombinasi antara pengukuran suhu tubuh basal dan pengamatan lendir serviks. Dengan menggabungkan kedua cara tersebut, penentuan masa subur dapat menjadi lebih akurat.
Baca Juga: Inilah Perbedaan Alat Kontrasepsi Hormonal dan Non-Hormonal
Senggama putus
Senggama terputus atau coitus interruptus sebenarnya tidak termasuk metode KB alami. Cara ini mengandalkan penarikan penis sebelum ejakulasi, namun cairan pra-ejakulasi tetap berpotensi mengandung sperma, sehingga risiko kehamilan masih ada.
Metode KB alami dapat menjadi pilihan jika Anda dan pasangan benar-benar memahami perubahan tubuh dan siklus kesuburan. Namun, sebaiknya pertimbangkan metode KB lain jika Anda memiliki siklus menstruasi tidak teratur, baru melahirkan, sedang menyusui, berada dalam masa perimenopause, atau memiliki kondisi yang memengaruhi pola lendir serviks maupun suhu tubuh.
Jika Anda masih ragu dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Anda dapat berdiskusi langsung dengan dokter melalui layanan konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care yang tersedia di App Store maupun Play Store.
Mau tahu informasi seputar kehamilan, menyusui, kesehatan wanita dan anak-anak? Cek di sini, ya!
- dr Nadia Opmalina
Mayo Clinic (2025). Withdrawal method (coitus interruptus). Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/withdrawal-method/about/pac-20395283
Sharon Sung, et all (2025). Natural Family Planning. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK546661/
Mary Jo DiLonardo (2025). The Natural Family Planning Methods. Available from: https://www.webmd.com/sex/birth-control/natural-family-planning-methods
Dawn Stacey, PhD, LMHC (2025). The Billings Method of Birth Control. Available from: https://www.verywellhealth.com/what-is-the-billings-method-906793