Bagi orang tua baru, jadwal tidur si kecil sering kali menimbulkan kekhawatiran. Ketika bayi sulit tidur nyenyak dan tampak gelisah di malam hari, kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda sleep regression.
Apa Itu Sleep Regression pada Bayi?
Sleep regression adalah periode ketika bayi yang sebelumnya tidur nyenyak tiba-tiba menjadi sulit tidur atau sering terbangun dengan rewel di malam hari. Kondisi ini normal, umum terjadi pada setiap bayi, dan dapat muncul di berbagai tahap perkembangannya.
Seiring bayi mulai membentuk ritme tubuhnya, jadwal tidur yang biasanya stabil bisa berubah. Mereka mungkin sempat tidur nyenyak dan lebih panjang di malam hari, lalu kembali sering terbangun setiap beberapa jam.
Selain itu, pola tidur bayi juga berkembang menjadi dua fase, tidur nyenyak dan tidur ringan, seperti orang dewasa. Penyesuaian terhadap fase tidur ini membuat bayi lebih mudah terbangun, sehingga memicu sleep regression.
Dilansir dari What to Expect, periode sleep regression umumnya terjadi pada usia:
- 3-4 Bulan
- 6 Bulan
- 8-10 Bulan
- 12 Bulan
Selain perkembangan usia, beberapa faktor lain juga dapat memicu sleep regression, seperti:
- Growth spurth, yang membuat bayi lebih sering lapar
- Tumbuh gigi
- Pencapaian milestone baru, misalnya mulai berguling atau merangkak
- Perubahan rutinitas, misalnya mulai masuk penitipan anak
- Bepergian, sehingga rutinitas tidur berubah
- Sakit, seperti pilek atau infeksi telinga
Baca Juga: Perlukah Bayi Tidur Memakai Bantal?
Tanda-Tanda Bayi Mengalami Sleep Regression
Tanda-tanda sleep regression pada bayi bisa bervariasi. Salah satu yang paling umum adalah bayi lebih sering terbangun di malam hari. Selain itu, beberapa tanda lainnya meliputi:
- Tidur siang yang lebih singkat
- Waktu yang lebih lama untuk bisa tertidur
- Bayi menjadi lebih rewel
- Perubahan suasana hati yang mudah terlihat
Baca Juga: Insomnia Bukan Hanya Susah Tidur, Kenali Tanda-Tandanya
Penanganan Sleep Regression pada Bayi
Orang tua perlu memahami bahwa sleep regression adalah bagian normal dari perkembangan bayi. Untuk menghadapinya dibutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
-
Mempertahankan rutinitas tidur. Aktivitas seperti mandi, makan malam, membaca buku, atau memutar lagu pengantar tidur dapat membantu bayi lebih tenang dan mudah tertidur.
-
Menciptakan suasana tidur yang nyaman. Pastikan kamar bayi tenang, bersih, dengan suhu yang tidak terlalu dingin atau panas.
-
Mengenali tanda-tanda mengantuk. Menggosok mata, rewel, atau menguap adalah sinyal bayi siap tidur. Usahakan menidurkan bayi sebelum terlalu lelah agar ia lebih mudah tertidur.
-
Memastikan tidur siang yang cukup. Kurang tidur di siang hari membuat bayi lebih mudah rewel dan sulit tidur malam.
-
Melatih bayi tidur sendiri. Anda dapat mulai melakukan sleep training ketika bayi berusia 4–6 bulan, sesuai perkembangan masing-masing bayi. Lakukan selama sekitar dua minggu dan amati kemajuannya.
Sleep regression adalah perubahan sementara pada pola tidur bayi yang terjadi seiring perkembangannya. Kondisi ini merupakan bagian normal dari tumbuh kembang dan biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring waktu.
Jika memiliki pertanyaan seputar perkembangan bayi, Anda bisa berkonsultasi ke dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar kehamilan, menyusui, kesehatan wanita dan anak-anak? Cek di sini, ya!
- dr Nadia Opmalina
Bellefonds, C. (2025). What Is Sleep Regression?. Available from: https://www.whattoexpect.com/first-year/sleep/sleep-regression
Cleveland Clinic. (2022). Infant Sleep Regression: What Parents Need To Know. Available from: https://health.clevelandclinic.org/the-4-month-sleep-regression-what-parents-need-to-know
Davies, H. (2025). What is a sleep regression and when does it happen?. Available from: https://www.babycentre.co.uk/x25020111/what-is-a-sleep-regression-and-when-does-it-happen