Tips Mengganti Gula dengan Gula Stevia

Tips Mengganti Gula dengan Gula Stevia
Ilustrasi minuman menggunakan stevia. Credits: Freepik

Bagikan :

Belakangan ini, gula stevia semakin populer sebagai pengganti gula pasir. Banyak orang memilih stevia untuk mengurangi asupan gula, menjaga berat badan, atau membantu mengontrol kadar gula darah.

Stevia berasal dari ekstrak daun tanaman alami dan tidak mengandung kalori, sehingga sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat. Namun, beralih ke stevia tidak sesederhana mengganti sesendok gula dengan sesendok stevia. Jika berencana menjadikan stevia sebagai pemanis utama, beberapa tips berikut dapat membantu.

 

Mengapa Beralih ke Gula Stevia?

Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana yang telah digunakan selama ratusan tahun di Amerika Selatan sebagai pemanis alami. Stevia memiliki tingkat kemanisan sekitar 200–400 kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir, tetapi nyaris tidak mengandung kalori dan tidak memengaruhi kadar gula darah.

Berkat keunggulan tersebut, stevia banyak dimanfaatkan sebagai pengganti gula pasir, terutama oleh orang yang ingin mengurangi asupan gula atau sedang menjalani program penurunan berat badan.

Baca Juga: Bisakah Seseorang Mengalami Alergi Gula?

 

Tips Jika Ingin Beralih ke Gula Stevia

Mengganti gula dengan stevia memang dapat memberikan manfaat, tetapi tetap diperlukan penyesuaian agar hasilnya tetap enak dan sehat. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda:

Baca label kemasan dengan teliti

Perlu diingat, tidak semua produk yang berlabel stevia benar-benar murni. Banyak produk stevia di pasaran yang dicampur dengan pemanis lain, gula, atau bahan pengisi tertentu.

Jika tujuan Anda adalah menghindari gula atau bahan tambahan yang tidak diperlukan, pilih produk yang hanya mencantumkan ekstrak daun stevia atau steviol glycosides sebagai satu-satunya bahan dalam daftar komposisi.

Mulai dari sedikit dahulu

Karena tingkat kemanisannya jauh lebih tinggi dibandingkan gula, stevia hanya perlu digunakan dalam jumlah sangat sedikit. Sebagai gambaran, 1 sendok teh gula dapat digantikan dengan sekitar 1/8–1/4 sendok teh stevia bubuk, tergantung merek, atau sekitar satu tetes stevia cair.

Gunakan stevia secara bertahap dan cicipi terlebih dahulu hingga mendapatkan tingkat manis yang sesuai. Cara ini juga membantu menghindari rasa pahit atau aftertaste yang kadang muncul jika stevia digunakan terlalu banyak.

Pilih bentuk sesuai kebutuhan

Stevia tersedia dalam berbagai bentuk, seperti cair, bubuk, tablet, atau butiran yang menyerupai gula pasir. Untuk minuman seperti kopi atau teh, stevia cair biasanya lebih praktis dan mudah larut.

Sementara itu, untuk memanggang atau membuat kue, pilih stevia versi butiran yang memang diformulasikan sebagai pengganti gula. Perlu diingat bahwa stevia bukan pengganti gula dengan perbandingan 1:1 karena tidak memberikan volume atau kelembapan yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan resep yang khusus dirancang menggunakan stevia agar hasilnya tetap optimal.

Baca Juga: Tips Mengurangi Asupan Gula pada Anak-Anak

Waspadai efek samping ringan

Sebagian orang dapat mengalami kembung, mual, atau rasa tidak nyaman di perut saat pertama kali mengonsumsi stevia, terutama bila stevia tersebut dicampur dengan pemanis alkohol gula seperti eritritol.

Untuk meminimalkan efek samping, mulailah dengan porsi kecil terlebih dahulu dan perhatikan respons tubuh sebelum meningkatkan jumlah penggunaannya.

Jangan mengandalkannya terus-menerus

Meski tergolong aman, stevia tetaplah pemanis. Oleh karena itu, mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis secara keseluruhan merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Simpan di tempat yang aman

Stevia memang memiliki daya simpan yang cukup lama, namun untuk menjaga kualitasnya sebaiknya simpan di tempat yang kering dan sejuk. Hindari paparan sinar matahari langsung serta kelembapan berlebih agar rasa dan kualitas stevia tetap terjaga.

 

Beralih ke stevia dapat menjadi langkah cerdas menuju pola makan yang lebih sehat. Namun, jika memiliki kondisi kesehatan tertentu dan berencana menjadikan stevia sebagai pemanis utama, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Untuk informasi dan saran lebih lanjut seputar kesehatan, Anda juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care yang tersedia di App Store maupun Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar nutrisi, makanan dan tips diet lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Senin, 15 Desember 2025 | 13:55
article-banner

Brittany Lubeck, MS, RDN (2025). What Happens to Your Blood Sugar When You Consume Stevia. Available from: https://www.verywellhealth.com/does-stevia-raise-blood-sugar-11746526 

Rachel Reiff Ellis and Kristin Mitchell (2023). Stevia. Available from: https://www.webmd.com/food-recipes/what-is-stevia 

Merve Ceylan (2025). What Happens To Your Body When You Use Stevia Instead of Sugar. Available from: https://www.health.com/is-stevia-bad-for-you-11828594 

Cleveland Clinic (2024). Stevia Is Sweet — But Is It Good for You?. Available from: https://health.clevelandclinic.org/what-is-stevia 

Jessica Migala (2022). Stevia: Benefits, Side Effects, and More. Available from: https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/diet/stevia-health-benefits-safety-info-top-sellers-more/