Benarkah Cokelat Menyebabkan Kecanduan?

Benarkah Cokelat Menyebabkan Kecanduan?
Ilustrasi makan cokelat. Credit: Freepik

Bagikan :

Cokelat menjadi salah satu makanan favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan kemampuannya membuat suasana hati terasa lebih baik. Tidak jarang, setelah makan cokelat, muncul keinginan untuk mengonsumsinya kembali dalam jumlah lebih banyak.

Hal inilah yang membuat banyak orang menganggap cokelat dapat menyebabkan kecanduan. Lalu, benarkah cokelat bisa membuat seseorang kecanduan? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.

 

Benarkah Cokelat Menyebabkan Kecanduan?

Kecanduan cokelat masih menjadi topik yang diperdebatkan di kalangan ahli. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa cokelat termasuk makanan yang dapat memicu pola perilaku makan mirip kecanduan. Bahkan, sebuah studi pada anak-anak dengan kelebihan berat badan menunjukkan bahwa cokelat merupakan salah satu makanan yang paling sulit untuk dikendalikan konsumsinya.

Para ahli berpendapat bahwa beberapa jenis makanan memang lebih berpotensi menimbulkan kecanduan dibandingkan makanan lainnya. Makanan tersebut dapat memengaruhi jalur otak dan sistem saraf yang sama dengan yang terlibat dalam kecanduan zat tertentu.

Pada cokelat, kandungan seperti gula, lemak, dan kafein dapat berulang kali merangsang sistem penghargaan di otak. Akibatnya, seseorang terdorong untuk mengonsumsi cokelat dalam jumlah lebih banyak demi mendapatkan rasa senang yang sama.

Baca Juga: Tips Mengganti Gula dengan Gula Stevia

 

Kandungan dalam Cokelat yang Menyebabkan Kecanduan 

Berbagai jenis cokelat memiliki komposisi bahan yang berbeda, meski sebagian besar menggunakan bahan dasar yang sama. Beberapa bahan utama yang umum ditemukan dalam cokelat antara lain:

  • Massa kakao
    Terbuat dari biji kakao yang difermentasi, dipanggang, dikupas, lalu digiling hingga membentuk pasta kental yang dikenal sebagai chocolate liquor. Massa kakao secara alami mengandung kafein, tetapi jumlahnya relatif kecil dibandingkan kopi.

  • Mentega kakao
    Lemak alami murni dari biji kakao yang dipisahkan dan dikonsentrasikan. Mentega kakao berperan memberi tekstur lembut dan rasa khas pada cokelat.

  • Gula
    Jumlah dan jenis gula dalam cokelat dapat bervariasi. Beberapa produk juga menggunakan pemanis alami atau buatan, yang berpotensi memicu keinginan untuk mengonsumsi cokelat secara berlebihan.

  • Susu
    Beberapa jenis cokelat mengandung susu bubuk atau susu kental manis untuk mengurangi rasa pahit dan memberikan rasa yang lebih lembut.

  • Vanili
    Digunakan untuk menyeimbangkan dan mengurangi rasa pahit dari biji kakao yang telah dipanggang.

  • Bahan tambahan lainnya
    Seperti minyak nabati, perisa alami atau buatan, pengemulsi (misalnya lesitin), dan aditif lain yang berfungsi menjaga tekstur, rasa, serta daya simpan cokelat.

Sebagian besar bahan tersebut, terutama gula dan lemak, memiliki peran dalam memicu respons menyenangkan di otak. Inilah yang membuat cokelat berpotensi bersifat adiktif bagi sebagian orang. Selain itu, penggunaan perisa dan pemanis tambahan juga dapat semakin memperkuat keinginan untuk mengonsumsi cokelat secara berulang.

Baca Juga: Tanda-Tanda Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

 

Cara Mengatasi Kecanduan Cokelat

Seseorang yang mengalami kecanduan cokelat dapat menunjukkan beberapa perilaku berikut:

  • Terus mengonsumsi cokelat meskipun tidak merasa lapar
  • Makan cokelat dalam jumlah berlebihan hingga merasa tidak nyaman atau sakit
  • Merasa gelisah atau cemas jika tidak mengonsumsi cokelat
  • Selalu berusaha menyediakan cokelat sebagai stok di rumah

Untuk membantu mengatasi kecanduan cokelat, beberapa langkah berikut dapat dicoba:

  • Batasi konsumsi cokelat, misalnya tidak lebih dari 50 gram per hari atau sekitar satu potong kecil
  • Pilih cokelat dengan kandungan gula dan lemak yang lebih rendah, seperti cokelat hitam dibandingkan cokelat putih
  • Konsumsi cokelat bersama kacang-kacangan atau buah-buahan untuk menambah rasa dan nilai gizi
  • Saat keinginan makan cokelat muncul, gantilah dengan buah segar atau kacang-kacangan
  • Perbanyak konsumsi makanan utuh dan segar agar rasa kenyang bertahan lebih lama

 

Kandungan gula dan lemak dalam cokelat dapat memicu keinginan untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Jika Anda merasa sulit mengendalikan kebiasaan makan cokelat atau mengalami kecanduan makanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat.

Anda juga dapat memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Selasa, 20 Januari 2026 | 15:18
article-banner

Snyder, C. (2021). Is Chocolate Addictive? All You Need to Know. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/chocolate-addiction

Manhallati, M. (2025). How to Overcome a Chocolate Addiction. Available from: https://www.wikihow.com/Overcome-a-Chocolate-Addiction

Cleveland Clinic. Tips to Reset After a Food Binge. Available from: https://health.clevelandclinic.org/what-to-do-after-binge

Goodman, B. (2025). Food Addiction. Available from: https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/binge-eating-disorder/mental-health-food-addiction