Daftar Suplemen yang Sebaiknya Tidak Diminum Bersamaan

Daftar Suplemen yang Sebaiknya Tidak Diminum Bersamaan
Ilustrasi minum suplemen. Credit: Freepik

Bagikan :

Konsumsi suplemen dapat membantu memenuhi kekurangan nutrisi, mengurangi rasa lelah, serta mendukung fungsi pencernaan dan metabolisme. Namun, meskipun setiap suplemen bermanfaat jika dikonsumsi secara terpisah, mengonsumsinya secara bersamaan tidak selalu dianjurkan. Kombinasi tertentu justru bisa mengganggu proses penyerapan, sehingga manfaat suplemen menjadi kurang optimal.

 

Suplemen yang Sebaiknya Tidak Diminum Bersamaan

Vitamin K dan Warfarin 

Vitamin K merupakan vitamin larut lemak yang berperan penting dalam proses pembekuan darah dan menjaga kesehatan tulang. Sementara itu, warfarin adalah obat pengencer darah yang diberikan pada pasien dengan risiko terbentuknya bekuan darah. Obat ini bekerja dengan mencegah pembekuan darah membesar serta mengurangi risiko bekuan darah berpindah ke organ vital seperti paru-paru, otak, atau jantung.

Mengonsumsi vitamin K bersamaan dengan warfarin tidak dianjurkan karena keduanya memiliki efek yang saling berlawanan. Asupan vitamin K dapat menurunkan efektivitas warfarin, sehingga obat tidak bekerja optimal dalam mencegah pembekuan darah.

Zinc dan Kalsium

Zinc dibutuhkan tubuh untuk mendukung sistem kekebalan, pertumbuhan, serta proses penyembuhan luka. Karena tubuh tidak menyimpan zinc dalam jumlah besar, asupannya perlu dipenuhi setiap hari melalui makanan atau suplemen. Sementara itu, kalsium berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan gigi, serta mendukung fungsi jantung dan otot.

Zinc dan kalsium sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan. Kedua mineral ini saling bersaing dalam proses penyerapan di usus. Jika diminum pada waktu yang sama, penyerapan salah satunya dapat berkurang, sehingga manfaat yang diperoleh menjadi tidak optimal.

Baca Juga: Bolehkah Mengonsumsi Suplemen Magnesium dan Zat Besi Bersamaan?

Zat Besi dan Zinc

Zat besi dan zinc merupakan mineral yang memiliki mekanisme penyerapan serupa. Keduanya menggunakan protein yang sama untuk diserap dari usus ke aliran darah. Jika dikonsumsi bersamaan dalam dosis besar, zat besi dan zinc akan saling bersaing memanfaatkan protein tersebut yang jumlahnya terbatas, sehingga penyerapan masing-masing mineral menjadi tidak optimal.

Zat Besi dan Kalsium

Mengonsumsi zat besi nonheme (zat besi dari sumber nabati) bersamaan dengan kalsium dapat menghambat penyerapan keduanya. Meski efeknya bisa berbeda pada setiap orang, sejumlah penelitian menunjukkan adanya kecenderungan penurunan penyerapan.

Bila Anda sedang mengonsumsi zat besi untuk mengatasi defisiensi zat besi, kondisi ini dapat membuat hasilnya kurang optimal. Karena itu, sebaiknya konsumsi zat besi dan kalsium diberi jarak setidaknya 2 jam, atau diminum pada waktu yang berbeda, misalnya zat besi di pagi hari dan kalsium di malam hari, agar penyerapannya lebih maksimal.

Baca Juga: Rekomendasi Vitamin dan Suplemen untuk Meredakan Refluks Asam Lambung

Vitamin C dan Antasida Berbasis Aluminium

Antasida adalah obat bersifat alkali yang digunakan untuk menetralkan asam lambung pada penderita refluks asam atau GERD. Obat ini umumnya mengandung aluminium yang bekerja dengan menurunkan keasaman lambung serta membentuk lapisan pelindung tipis pada permukaan lambung dan usus untuk mengurangi iritasi.

Namun, konsumsi vitamin C bersamaan dengan antasida tidak dianjurkan. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan aluminium, sehingga berisiko meningkatkan kadar aluminium dalam tubuh. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya beri jeda sekitar 2 jam antara konsumsi vitamin C dan antasida.

Jahe dan Ginkgo Biloba

Suplemen jahe dan ginkgo biloba sama-sama memiliki efek mengencerkan darah. Jika dikonsumsi bersamaan, keduanya dapat meningkatkan risiko perdarahan berlebih, terutama pada orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki gangguan pembekuan darah.

 

Beberapa suplemen bila dikonsumsi bersamaan dapat menurunkan efektivitas masing-masing atau meningkatkan risiko efek samping, seperti perdarahan.

Oleh karena itu, sebaiknya beri jeda waktu saat mengonsumsinya atau konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen. Anda juga bisa berkonsultasi melalui aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui Play Store dan App Store.

 

Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Jumat, 19 Desember 2025 | 12:30
article-banner

Vasquez, I. (2025). 7 Supplement Combos You Should Never Take Together, According to Dietitians. Available from: https://www.eatingwell.com/supplement-pairs-to-avoid-and-ones-that-work-well-together-11777786

Manaker, L. (2025). 4 Supplement Pairs You Should Avoid—and 4 That Work Well Together, According to Dietitians. Available from: https://www.eatingwell.com/supplements-you-should-never-take-together-8771567

Hui-Anderson, A. (2025). 9 Dangerous Supplement and Medication Interactions to Avoid. Available from: https://www.verywellhealth.com/supplements-you-should-avoid-mixing-8737437

Murphy, P. (2025). Which Vitamins and Supplements Should You Not Take at the Same Time?. Available from: https://www.everydayhealth.com/nutrients-supplements/which-vitamins-should-not-be-taken-together-at-the-same-time/