Mengenal Sindrom Guillain-Barre dan Gejalanya

Mengenal Sindrom Guillain-Barre dan Gejalanya
Ilustrasi pengidap sindrom Guillain-Barré. Credits: Freepik

Bagikan :

Sindrom Guillain-Barré merupakan gangguan saraf langka yang dapat muncul setelah infeksi dan menyebabkan kelemahan otot yang berkembang dengan cepat. Mengenali kondisi ini beserta gejalanya sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius dan memastikan penanganan yang tepat.

 

Apa itu Sindrom Guillain-Barre?

Sindrom Guillain-Barré atau Guillain-Barré Syndrome (GBS) merupakan kondisi neurologis yang tergolong langka, tetapi serius. Penyakit ini termasuk gangguan autoimun akut yang dapat berkembang dengan cepat dan memengaruhi sistem saraf.

Dalam kondisi normal, sistem imun berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Namun pada GBS, sistem imun justru bereaksi keliru setelah seseorang mengalami infeksi, dengan menyerang selubung mielin yang melindungi saraf. Kerusakan ini mengganggu penghantaran sinyal saraf ke otak, sehingga menimbulkan gejala neurologis yang bersifat progresif.

Akibatnya, penderita dapat mengalami kesemutan, kelemahan otot, hingga kelumpuhan yang dapat memburuk dalam waktu singkat.

Para ahli menyebutkan bahwa sekitar dua pertiga kasus GBS didahului oleh infeksi dalam waktu enam minggu sebelum gejala muncul. Beberapa infeksi yang diketahui dapat memicu GBS antara lain:

  • Infeksi bakteri Campylobacter jejuni yang sering ditemukan pada daging unggas yang tidak matang.
  • Infeksi virus seperti influenza, Zika, Epstein-Barr, dan sitomegalovirus.
  • Infeksi saluran pernapasan, termasuk pneumonia.
  • Infeksi Covid-19.

GBS dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering ditemukan pada orang dewasa usia 30–50 tahun dan sedikit lebih banyak terjadi pada pria.

Baca Juga: Stiff-Person Syndrome, Penyakit Langka yang Memicu Kejang Otot dan Kelumpuhan

 

Gejala Sindrom Guillain-Barre 

Gejala sindrom Guillain-Barré (GBS) dapat muncul secara tiba-tiba dan memburuk dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Berikut beberapa tanda dan gejala utama yang perlu diwaspadai:

  • Kesemutan atau rasa baal pada jari tangan, jari kaki, pergelangan tangan, atau pergelangan kaki.
  • Kelemahan otot yang biasanya dimulai dari kaki, kemudian menjalar ke lengan, wajah, dan tubuh bagian atas.
  • Kesulitan berjalan, menaiki tangga, atau mengangkat benda.
  • Wajah terasa lemas sehingga menyebabkan kesulitan berbicara, mengunyah, atau menelan.
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan ganda atau sulit menggerakkan mata.
  • Nyeri otot yang terasa seperti kram atau nyeri tajam.
  • Gangguan fungsi otonom, seperti detak jantung tidak teratur, tekanan darah yang naik turun, serta gangguan buang air kecil atau buang air besar.

Pada kasus yang berat, GBS dapat menyebabkan kelumpuhan pada otot pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan mengharuskan penderita mendapatkan perawatan intensif, termasuk penggunaan alat bantu napas (ventilator).

Baca Juga: Daftar Penyakit yang Disebabkan Oleh Kondisi Autoimun

 

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Anda atau orang terdekat mengalami kelemahan atau kesemutan yang menyebar dengan cepat, segera cari pertolongan medis ke rumah sakit. Sindrom Guillain-Barré merupakan kondisi yang dapat memburuk dalam waktu singkat dan sering kali memerlukan perawatan intensif di ruang ICU.

Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan GBS sepenuhnya, beberapa terapi terbukti mampu mempercepat pemulihan, terutama jika diberikan sejak dini.

Setelah melewati fase akut, penderita biasanya membutuhkan rehabilitasi lanjutan, seperti fisioterapi, terapi okupasi, dan terapi wicara, untuk mengembalikan kekuatan otot serta kemampuan beraktivitas sehari-hari.

Proses pemulihan dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun. Selama periode ini, dukungan psikologis dan keluarga memegang peran penting dalam membantu penderita menghadapi stres dan kecemasan.

Jika masih memiliki pertanyaan seputar sindrom Guillain-Barré, manfaatkan layanan konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care yang tersedia di App Store dan Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Selasa, 13 Januari 2026 | 12:01
article-banner

John Hopkins Medicine. Guillain-Barré Syndrome. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/guillainbarr-syndrome 

Mayo Clinic (2024). Guillain-Barre syndrome. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/guillain-barre-syndrome/symptoms-causes/syc-20362793 

Cleveland Clinic (2023). Guillain-Barré Syndrome. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15838-guillain-barre-syndrome