Apakah Kanker Paru-Paru Selalu Batuk?

Apakah Kanker Paru-Paru Selalu Batuk?
Ilustrasi batuk. Credit: Freepik

Bagikan :

Sebagian besar pengidap kanker paru memang mengalami batuk yang tidak kunjung membaik. Kondisi ini membuat banyak orang menganggap bahwa batuk selalu identik dengan kanker paru. Padahal, tidak semua pasien kanker paru menunjukkan gejala batuk.

 

Batuk pada Pengidap Kanker Paru-Paru

Batuk adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari tenggorokan dan saluran napas. Pada kanker paru, batuk merupakan gejala yang cukup sering muncul, meskipun tidak semua jenis kanker paru-paru menyebabkannya.

Beberapa tipe kanker paru, seperti karsinoma sel skuamosa dan kanker paru-paru sel kecil tak berdiferensiasi, lebih sering memicu batuk. Hal ini terjadi karena pertumbuhan sel kanker dapat menyumbat atau mengiritasi saluran udara.

Meskipun batuk adalah hal yang umum, ada tanda-tanda batuk yang patut diwaspadai sebagai kemungkinan gejala kanker paru, yaitu:

  • Batuk kronis yang berlangsung lebih dari 8 minggu.
  • Batuk kering atau berdahak yang tidak membaik.
  • Batuk yang mengganggu tidur.
  • Batuk berdarah.
  • Batuk disertai nyeri dada.
  • Sesak napas.
  • Riwayat masalah paru seperti bronkitis (peradangan bronkus) atau pneumonia yang sering kambuh.

Baca Juga: Seperti Inilah Komplikasi Kanker Paru

Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Deteksi dini kanker paru sangat penting karena dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mempercepat proses pemulihan. Untuk menegakkan diagnosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah, pencitraan, serta biopsi bila diperlukan.

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, kebiasaan merokok, serta gejala lain yang mungkin menyertai, seperti demam, pilek, penurunan berat badan, atau nyeri dada. Jika terdapat kecurigaan terhadap kanker paru, dokter akan meminta pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis.

Beberapa gejala kanker paru yang dapat muncul bersamaan dengan batuk meliputi:

  • Muntah darah.
  • Penurunan berat badan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kesulitan bernapas.
  • Nyeri dada.
  • Batuk persisten.
  • Kelelahan.

Pada banyak kasus, batuk akibat kanker paru dimulai dengan batuk kering yang membuat Anda sering ingin membersihkan tenggorokan. Seiring waktu, batuk dapat berkembang menjadi batuk darah atau menghasilkan dahak berwarna kemerahan seperti karat, bahkan menyerupai gumpalan jeli. Batuk ini biasanya berlangsung lebih dari 8 minggu dan tidak membaik dengan pengobatan biasa.

Baca Juga: Gejala Kanker Paru dan Langkah Pencegahannya

 

Pengobatan Batuk Kanker Paru-Paru

Pengobatan batuk pada kanker paru sangat bergantung pada penyebabnya. Jika batuk muncul akibat adanya tumor yang menyumbat saluran napas, keluhan dapat mereda setelah tumor diangkat atau setelah kanker diobati. Beberapa pilihan terapi kanker yang mungkin diberikan mencakup kemoterapi, terapi target, radioterapi, atau operasi, bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Selain mengatasi kanker utamanya, dokter juga dapat memberikan terapi tambahan untuk meredakan batuk, seperti:

  • Obat batuk yang diresepkan atau dijual bebas.
  • Obat pengencer dahak.
  • Inhaler bronkodilator.
  • Nebulizer.
  • Obat opioid seperti morfin atau kodein sesuai indikasi.

Beberapa perawatan rumahan juga dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan batuk, antara lain:

  • Minum air putih secara teratur.
  • Mengisap permen atau es batu untuk menenangkan tenggorokan.
  • Minum madu dengan lemon atau teh jahe hangat.
  • Menggunakan pelembap udara atau menghirup uap hangat.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
  • Batuk secara perlahan untuk mengurangi iritasi tenggorokan.
  • Memijat area tenggorokan, leher, atau bahu untuk meredakan ketegangan otot.
  • Melakukan latihan kontrol pernapasan untuk membantu merilekskan tenggorokan, seperti:
    • Menarik napas melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut.
    • Menarik dan menghembuskan napas hanya melalui hidung.

 

Tidak semua kanker paru-paru disertai dengan batuk, namun jika batuk tidak segera pulih dan diikuti gejala lainnya maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Anda juga dapat memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Jumat, 5 Desember 2025 | 12:30
article-banner

Wiginton, K. (2024). Lung Cancer Cough: Symptoms and Diagnosis. Available from: https://www.webmd.com/lung-cancer/lung-cancer-cough

Hecht, M. (2021). Lung Cancer Cough: Identification, Treatment, and More. Available from: https://www.healthline.com/health/lung-cancer/cough

Galan, N. (2023). What is the link between lung cancer and a cough?. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/319449