Kekurangan nutrisi sering terjadi tanpa gejala yang jelas, sehingga sulit dikenali maupun ditangani. Padahal, kondisi ini bisa mengganggu berbagai fungsi dan proses penting di dalam sel tubuh.
Kekurangan Nutrisi yang Paling Umum
Kekurangan nutrisi sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Keluhannya kerap menyerupai gangguan kesehatan lain, sehingga penyebab sebenarnya sering tidak terdeteksi dan penanganannya terlambat. Dalam banyak kasus, gejala baru muncul ketika kekurangan nutrisi sudah cukup berat.
Berikut beberapa jenis kekurangan nutrisi yang umum terjadi tetapi sering tidak disadari:
Kalsium
Kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang dan gigi, mendukung pertumbuhan, membantu proses pembekuan darah, serta menjaga fungsi otot, saraf, dan jantung. Kebutuhan kalsium harian orang dewasa berkisar 1.000–1.200 mg.
Tanda-tanda kekurangan kalsium dapat meliputi:
- Nyeri otot, kesemutan, kram, atau kejang.
- Kulit dan kuku yang kering, kasar, dan mudah patah.
- Osteoporosis atau osteopenia (menurunnya kepadatan tulang).
- Nyeri PMS yang lebih parah.
- Gigi rapuh atau mudah mengalami iritasi.
- Perubahan suasana hati.
- Gangguan irama jantung.
Untuk memenuhi kebutuhan kalsium, Anda dapat mengonsumsi sayuran hijau seperti kangkung, brokoli, dan bayam, serta susu dan produk olahannya seperti yogurt dan keju.
Baca Juga: Apakah Donor Darah Bisa Menyebabkan Anemia?
Vitamin D
Kekurangan vitamin D sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker prostat. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kesehatan tulang.
Beberapa gejala yang umum muncul akibat kekurangan vitamin D antara lain:
- Tubuh mudah lelah.
- Nyeri tulang.
- Perubahan suasana hati.
Kalium
Kekurangan kalium dapat terjadi akibat diare atau muntah berkepanjangan, serta penggunaan obat tertentu seperti antibiotik, pencahar, atau diuretik.
Tanda-tanda kekurangan kalium meliputi:
- Kelemahan otot.
- Sembelit.
- Irama jantung yang tidak teratur.
Sumber kalium yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari antara lain pisang, susu, lentil, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Baca Juga: Tips Penting Sebelum Minum Vitamin D
Zat besi
Kekurangan zat besi dapat mengurangi jumlah sel darah merah dan menyebabkan anemia defisiensi besi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan wanita hamil
Tanda-tanda kekurangan zat besi meliputi:
- Tubuh mudah lelah.
- Sesak napas.
- Tangan dan kaki terasa dingin.
- Kuku rapuh.
Untuk memenuhi kebutuhan zat besi, Anda dapat mengonsumsi daging merah, daging unggas, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.
Vitamin B12
Vitamin B12 berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, produksi DNA, dan mendukung fungsi sistem saraf. Kekurangan vitamin B12 dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti:
- Mati rasa pada kaki atau tangan.
- Kesulitan berjalan atau menjaga keseimbangan.
- Tubuh mudah lelah.
- Badan terasa lemah.
- Lidah bengkak dan meradang.
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12, Anda dapat mengonsumsi ikan, ayam, susu, yogurt, serta berbagai makanan yang diperkaya vitamin B12.
Folat
Asam folat atau folat adalah vitamin B yang sangat penting bagi wanita usia subur dan ibu hamil. Nutrisi ini berperan dalam mendukung pertumbuhan serta membantu menurunkan risiko cacat lahir pada janin.
Tanda-tanda kekurangan folat dapat meliputi:
- Kelelahan.
- Mudah tersinggung.
- Diare.
- Pertumbuhan yang terhambat.
Sumber makanan yang kaya folat antara lain kacang-kacangan, kacang tanah, biji bunga matahari, biji-bijian utuh, telur, dan sayuran berdaun hijau tua.
Magnesium
Magnesium berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan membantu produksi energi. Kekurangan magnesium dapat menimbulkan hilangnya nafsu makan, mual, muntah, serta tubuh terasa lelah dan lemah. Pada kondisi yang lebih berat, kekurangan magnesium juga dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan kram otot.
Untuk membantu mengembalikan kadar magnesium, dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya magnesium seperti kacang almond, kacang mete, kacang tanah, bayam, kacang hitam, dan edamame.
Kekurangan nutrisi tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Jika Anda mencurigai adanya kekurangan nutrisi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi. Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang dapat diunduh melalui App Store dan Play Store.
Mau tahu informasi seputar nutrisi, makanan dan tips diet lainnya? Cek di sini, ya!
- dr Nadia Opmalina
Bowers, E., Lawler, M. (2024). 7 Common Nutrient Deficiencies: Know the Signs. Available from: https://www.everydayhealth.com/hs/guide-to-essential-nutrients/common-nutrient-deficiencies/
Cleveland Clinic. Vitamin D Deficiency. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15050-vitamin-d-vitamin-d-deficiency
Morales-Brown, P. (2025). What happens when calcium levels are low?. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/321865#
Health Direct. Vitamin B Deficiency. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/vitamin-b-deficiency#
Arnasrsonn, A. (2024). Low Magnesium (Magnesium Deficiency) Symptoms. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/magnesium-deficiency-symptoms