• Beranda
  • Self Help
  • Sering Lupa Dibersihkan, Tempat-Tempat Ini Ternyata Mengandung Banyak Bakteri

Sering Lupa Dibersihkan, Tempat-Tempat Ini Ternyata Mengandung Banyak Bakteri

Sering Lupa Dibersihkan, Tempat-Tempat Ini Ternyata Mengandung Banyak Bakteri
Ilustrasi membersihkan rumah. Credit: Freepik

Bagikan :

Sering kali saat membersihkan rumah, perhatian hanya tertuju pada area yang tampak kotor seperti lantai atau halaman. Padahal, ada beberapa bagian rumah yang terlihat bersih, tetapi justru bisa menjadi sarang bakteri dan kuman.

 

Area Kotor di Rumah yang Jarang Disadari

Dapur

Dapur merupakan salah satu area paling sibuk di rumah dan juga menjadi tempat dengan risiko pertumbuhan bakteri yang tinggi. Area penyimpanan dan pengolahan makanan sangat rentan terhadap kontaminasi jika tidak dibersihkan dengan benar.

Banyak orang mengira dapur sudah bebas bakteri setelah peralatan dicuci. Padahal, beberapa bagian dapur tidak cukup hanya dibersihkan setelah digunakan, tetapi juga memerlukan deep cleaning secara berkala, seperti:

  • Talenan
  • Kulkas
  • Wastafel
  • Meja dapur

Untuk menjaga kebersihan dapur dan mencegah pertumbuhan bakteri, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  • Bersihkan keran, permukaan kulkas, dan meja dapur menggunakan tisu disinfektan
  • Gunakan spons yang direndam air hangat dan cairan pemutih untuk membersihkan permukaan tertentu
  • Ganti lap piring beberapa kali dalam seminggu
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh atau mengolah makanan

Baca Juga: Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan Jantung

 

Gagang, sakelar, kenop, dan pegangan tangga

Gagang pintu dan sakelar lampu sering terlihat bersih, padahal keduanya termasuk area yang paling sering disentuh dan berpotensi menjadi sarang kuman. Beberapa permukaan dengan tingkat paparan bakteri yang tinggi antara lain sakelar lampu kamar, gagang kulkas, kenop kompor, serta pegangan tangga.

Untuk menjaga kebersihannya, bersihkan area-area tersebut secara rutin menggunakan tisu basah atau lap yang dibasahi cairan disinfektan, setidaknya satu kali dalam seminggu

Kamar mandi

Area lembap di kamar mandi merupakan tempat ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Selain lantai kamar mandi dan area toilet, kebersihan juga perlu diperhatikan pada saluran air, keran, bak mandi, tirai kamar mandi, serta gagang pintu atau pegangan di kamar mandi.

Perlengkapan mandi pun tidak luput dari risiko penumpukan kuman. Handuk mandi sebaiknya dicuci dan diganti secara rutin, minimal seminggu sekali. Sementara itu, sikat gigi perlu diganti setiap 3–4 bulan atau lebih cepat bila bulu sikat sudah rusak dan tidak layak pakai.

Ruang kerja dan ruang tamu

Ruang kerja dan ruang tamu sering menjadi tempat berkumpulnya berbagai gawai yang digunakan bersama, seperti remote control, keyboard komputer, ponsel, joystick, dan tablet. Benda-benda ini kerap disentuh dan jarang dibersihkan, sehingga mudah menjadi tempat menumpuknya kuman.

Selain itu, karpet dan sofa di ruang tamu juga dapat menyimpan debu, kotoran, dan alergen, bahkan tingkat kekotorannya bisa lebih tinggi dibandingkan permukaan di luar rumah.

Untuk permukaan yang rata, lakukan pembersihan rutin menggunakan tisu disinfektan atau air dan sabun. Sementara itu, karpet dan sofa sebaiknya dibersihkan secara menyeluruh (deep cleaning) secara berkala, misalnya dengan vacuum cleaner atau dicuci menggunakan air dan sabun.

Barang-barang pribadi

Barang-barang pribadi seperti ponsel, kunci, dan dompet yang digunakan sehari-hari juga berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri. 

Baca Juga: Efek Polusi Udara pada Kesehatan Paru-Paru

 

Tips Menjaga Kebersihan di Rumah

Untuk menjaga kebersihan rumah dan mencegah penyebaran bakteri, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Letakkan sepatu atau sandal di luar rumah
  • Cuci tangan selama 20–30 detik dengan air dan sabun setelah menggunakan kamar mandi, serta sebelum dan sesudah makan
  • Lakukan pembersihan rumah secara rutin, termasuk sterilisasi dan disinfeksi pada area yang sering disentuh
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dibersihkan, terutama saat tangan kotor

 

Perlu diingat, banyak area di rumah yang tampak bersih namun sebenarnya dapat menjadi sarang bakteri. Rutin melakukan disinfeksi dan sterilisasi membantu menekan pertumbuhan dan penyebaran kuman.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar cara menjaga kebersihan rumah, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau memanfaatkan fitur konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care yang dapat diunduh melalui App Store atau Play Store.

 

Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Kamis, 18 Desember 2025 | 07:20
article-banner

Higuera, V., Jewll, T. (2025). The 8 Dirtiest Spots in Your Home. Available from: https://www.healthline.com/health/germy-places

Cameron, K. (2025). Speed Cleaning to Kill Household Germs. Available from: https://www.webmd.com/parenting/speed-cleaning-germs

WebMD. (2025). Germy Things You Touch Every Day. Available from: https://www.webmd.com/cold-and-flu/ss/slideshow-germiest-things

O’Neill, M. (2024). Spring Cleaning? Don't Miss the 10 Dirtiest Places in Your Home. Available from: https://www.verywellhealth.com/the-10-dirtiest-places-to-hit-during-spring-cleaning-8625243