Obesitas atau kegemukan bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga merupakan masalah kesehatan yang serius. Kondisi ini berkaitan erat dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan tekanan darah tinggi.
Apabila berbagai upaya menurunkan berat badan secara alami, seperti perubahan pola makan dan olahraga, tidak memberikan hasil yang optimal, operasi bariatrik dapat menjadi salah satu pilihan penanganan yang dapat dipertimbangkan.
Apa Itu Operasi Bariatrik?
Operasi bariatrik (bariatric surgery) adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk membantu mengatasi obesitas. Tindakan ini umumnya dipertimbangkan ketika berbagai metode penurunan berat badan, seperti diet dan olahraga, telah dijalani secara konsisten tetapi tidak memberikan hasil yang memuaskan.
Selain membantu menurunkan berat badan, operasi bariatrik juga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit serius yang sering berkaitan dengan obesitas, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, penyakit hati, hipertensi, dan sleep apnea. Namun, tidak semua orang dengan obesitas dapat menjalani prosedur ini.
Operasi bariatrik biasanya direkomendasikan bagi pasien yang memenuhi kriteria berikut:
- Memiliki indeks massa tubuh (Body Mass Index/BMI) ≥ 40, yang termasuk kategori obesitas ekstrem.
- Memiliki BMI 35–39,9 dan disertai penyakit serius terkait obesitas, seperti diabetes tipe 2 atau hipertensi.
Pada kondisi tertentu, pasien dengan BMI di bawah 35 tetapi memiliki penyakit penyerta tertentu, seperti diabetes yang sulit dikendalikan, juga dapat dipertimbangkan untuk menjalani operasi bariatrik. Meski demikian, keputusan ini harus melalui evaluasi dan konsultasi menyeluruh dengan dokter untuk memastikan keamanan dan manfaat tindakan tersebut.
Jenis-Jenis Operasi Bariatrik
Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa jenis operasi bariatrik yang bisa dilakukan tergantung kebutuhan dan kondisi pasien. Beberapa jenis operasi bariatrik di antaranya:
-
Biliopancreatic diversion with duodenal switch (BPD/DS)
Operasi ini merupakan kombinasi dari dua jenis tindakan bariatrik. Tahap pertama adalah operasi pemotongan lambung (gastrektomi), di mana sekitar 80% lambung diangkat sehingga tersisa lambung kecil berbentuk tabung menyerupai pisang. Katup yang mengatur pengosongan makanan ke usus kecil tetap dipertahankan, begitu pula sebagian awal usus kecil yang masih terhubung dengan lambung.
Tahap berikutnya adalah operasi bypass, yaitu melewati sebagian besar usus dengan cara menghubungkan bagian ujung usus langsung ke duodenum yang berada dekat lambung. Kedua tahap ini dapat dilakukan dalam satu kali operasi, namun pada beberapa kasus dilakukan secara bertahap. Biasanya, prosedur bypass dilakukan setelah berat badan mulai turun pasca operasi gastrektomi.
Operasi bariatrik kombinasi ini dikenal sangat efektif dalam menurunkan berat badan, terutama pada obesitas berat. Namun, risikonya juga lebih besar, terutama risiko kekurangan nutrisi dan vitamin. Oleh karena itu, prosedur ini umumnya direkomendasikan untuk pasien dengan BMI di atas 50 dan memerlukan pemantauan medis jangka panjang.
-
Gastric bypass (Roux-en-Y) atau bypass lambung
Bypass lambung dilakukan dengan cara membuat kantung lambung menjadi lebih kecil, kemudian menghubungkan kantung lambung yang baru tersebut langsung ke usus kecil. Setelah operasi bypass lambung, makanan yang dikonsumsi akan masuk ke kantung lambung baru dan langsung diteruskan ke usus kecil, sehingga sebagian proses pencernaan di lambung dan usus dilewati.
Operasi bypass lambung merupakan salah satu jenis operasi bariatrik yang paling umum dilakukan. Prosedur ini membuat Anda merasa lebih cepat kenyang meski makan dalam porsi kecil. Selain itu, bypass lambung juga membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi penyerapan kalori dan nutrisi dari makanan.
-
Sleeve gastrectomy
Operasi sleeve gastrectomy dilakukan dengan mengangkat sekitar 80% bagian lambung, sehingga lambung yang tersisa berbentuk tabung memanjang mirip pisang. Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi kapasitas lambung, sehingga jumlah makanan yang dapat dikonsumsi menjadi lebih sedikit.
Akibatnya, perut terasa lebih cepat penuh dan rasa kenyang bertahan lebih lama, yang membantu menurunkan asupan kalori dan mendukung penurunan berat badan.
Operasi bariatrik dapat menurunkan berat badan melalui berbagai mekanisme, tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. Oleh karena itu, dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk menentukan jenis operasi yang paling sesuai dengan kondisi medis dan kebutuhan pasien.
Namun, menjalani operasi bariatrik bukan berarti bebas dari aturan gaya hidup sehat. Setelah operasi, pasien tetap dianjurkan untuk menjaga pola makan, berolahraga secara rutin, serta menjalani kontrol pascaoperasi secara berkala.
Bagi individu dengan obesitas yang merasa membutuhkan bantuan operasi bariatrik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!
- dr Nadia Opmalina
Mayo Clinic. Bariatric Surgery. Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/bariatric-surgery/about/pac-20394258
Mayo Clinic. Biliopancreatic diversion with duodenal switch (BPD/DS). Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/biliopancreatic-diversion-with-duodenal-switch/about/pac-20385180
Mayo Clinic. Gastric Bypass (Roux-en-Y). Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/gastric-bypass-surgery/about/pac-20385189
Mayo Clinic. Sleeve Gastrectomy. Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/sleeve-gastrectomy/about/pac-20385183