Sistem pencernaan berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya, menyerap nutrisi, menyalurkannya ke sel dan jaringan tubuh, serta membuang sisa limbah. Jika Anda dapat buang air besar secara teratur setiap hari dengan tekstur tinja yang normal, hal ini menandakan sistem pencernaan bekerja dengan baik. Lalu, bagaimana jika sistem pencernaan tidak sehat?
Tanda-Tanda Sistem Pencernaan Tidak Sehat
Di dalam sistem pencernaan terdapat berbagai mikroorganisme yang membentuk ekosistem yang disebut mikrobioma usus. Mikrobioma ini berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan. Keseimbangan antara mikroba baik dan mikroba berbahaya dapat memengaruhi kesehatan usus, fungsi sistem kekebalan tubuh, hingga kesehatan mental.
Ketika terjadi ketidakseimbangan mikroba di saluran pencernaan, tubuh biasanya akan menunjukkan sejumlah gejala sebagai tanda bahwa sistem pencernaan membutuhkan perhatian.
Beberapa tanda sistem pencernaan tidak sehat antara lain:
Perut sering kembung
Perut kembung terjadi akibat penumpukan gas di saluran pencernaan. Kondisi ini masih tergolong normal jika hanya muncul sesekali atau setelah mengonsumsi makanan dan minuman tertentu. Namun, jika perut kembung sering terjadi dan menimbulkan rasa tidak nyaman, hal ini dapat menjadi tanda adanya ketidakseimbangan mikrobioma usus.
Sembelit atau diare kronis
Rutinitas buang air besar dapat menjadi indikator kesehatan usus. Pada sistem pencernaan yang sehat, buang air besar biasanya terjadi secara teratur, setidaknya sekali sehari, dengan tekstur dan warna tinja yang normal.
Jika Anda mengalami diare atau sembelit yang tidak kunjung membaik (misalnya buang air besar kurang dari tiga kali per minggu), kondisi ini dapat menandakan asupan serat yang kurang atau adanya gangguan pada sistem pencernaan.
Baca Juga: Tips Mengatasi Mual dan Muntah
Bau mulut dan lidah berlapis putih
Ketidakseimbangan mikrobioma usus juga dapat terlihat dari kondisi rongga mulut. Bau mulut yang tidak biasa disertai lapisan putih pada lidah dapat menjadi tanda adanya gangguan pada lambung, seperti infeksi.
Selain itu, pertumbuhan ragi yang berlebihan di mulut serta proses pencernaan yang melambat dapat meningkatkan fermentasi makanan di usus, sehingga memicu timbulnya bau mulut.
Peningkatan nafsu makan dan ngidam makanan manis
Bakteri di usus dapat berkembang biak dengan mengonsumsi gula. Ketika jumlah bakteri tertentu meningkat secara berlebihan, kondisi ini dapat memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
Selain itu, ketidakseimbangan kesehatan usus juga dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan, sehingga membuat rasa lapar dan nafsu makan meningkat.
Badan mudah lelah
Banyak faktor yang dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, salah satunya adalah kesehatan usus. Saat fungsi penyerapan usus tidak optimal, tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi penting seperti zat besi, magnesium, dan vitamin B yang berperan dalam produksi energi.
Selain itu, peradangan pada usus juga dapat mengganggu siklus tidur, sehingga tubuh tetap merasa lelah meskipun sudah beristirahat cukup.
Perubahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
Perubahan berat badan yang drastis dan tidak disengaja, baik peningkatan maupun penurunan berat badan, dapat menjadi tanda gangguan pada sistem pencernaan. Ketidakseimbangan bakteri usus dapat memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak, mengatur hormon nafsu makan, serta mengendalikan kadar gula darah.
Ruam kulit
Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula olahan dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus. Kondisi ini dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko peradangan pada kulit, seperti eksim, psoriasis, jerawat, rosacea, dan ketombe.
Perubahan suasana hati
Sebagian besar hormon serotonin yang berperan dalam mengatur suasana hati dan tidur diproduksi di usus. Ketidakseimbangan bakteri usus dapat memicu gangguan tidur dan suasana hati, termasuk depresi. Sebaliknya, masalah tidur dan stres berkepanjangan juga dapat memperburuk keseimbangan bakteri di usus.
Baca Juga: Tiba-Tiba Ngidam Junk Food? Ini Cara Mengatasinya
Tips Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan
Menjaga kesehatan sistem pencernaan dapat dilakukan dengan mengatur pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Memperbanyak konsumsi makanan berserat
- Memilih makanan utuh seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan
- Mengurangi konsumsi makanan olahan
- Tidur yang cukup
- Mengelola stres dengan baik
- Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
- Berolahraga secara rutin
Dengan menjaga pola makan seimbang dan menerapkan gaya hidup sehat, fungsi sistem pencernaan dapat tetap optimal. Jika memiliki pertanyaan seputar kesehatan pencernaan sebaiknya konsultasikan ke dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
Better Health. Gut Health. Available from: https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/gut-health
Foley, J. (2025). 9 Surprising Signs of an Unhealthy Gut (and What to Do About It). Available from: https://www.goodrx.com/well-being/gut-health/signs-of-unhealthy-gut?
Patino, E. (2023). 9 Signs of an Unhealthy Gut — and What You Can Do About It. Available from: https://www.everydayhealth.com/digestive-health/signs-of-unhealthy-gut-and-how-to-fix-it/
Panoff, L. (2025). 9 Warning Signs of an Unhealthy Gut. Available from: https://www.verywellhealth.com/signs-of-an-unhealthy-gut-11720565
Dyckman, R. (2025). 5 Surprising Symptoms of an Unhealthy Gut. Available from: https://www.everydayhealth.com/digestive-health/surprising-symptoms-of-an-unhealthy-gut/?