Tanda-Tanda Anemia pada Remaja Wanita

Tanda-Tanda Anemia pada Remaja Wanita
Ilustrasi remaja yang mengalami anemia. Credits: Freepik

Bagikan :

Anemia merupakan kondisi yang cukup sering terjadi, terutama pada remaja perempuan, seiring perubahan fisik dan meningkatnya kebutuhan nutrisi. Sayangnya, gejala awal anemia kerap tidak disadari karena dianggap sebagai kelelahan biasa.

Padahal, anemia tidak boleh disepelekan. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, memengaruhi tumbuh kembang, serta berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

 

Apa itu Anemia?

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam tubuh terlalu rendah. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan hemoglobin menyebabkan tubuh kekurangan oksigen, sehingga organ-organ penting tidak bekerja secara optimal.

Berbagai jenis anemia bisa terjadi, tetapi remaja perempuan paling sering mengalami anemia defisiensi zat besi, yaitu anemia akibat kekurangan zat besi. Zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin, dan kebutuhannya meningkat pesat saat masa remaja, terutama setelah menstruasi pertama.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Beda Anemia dan Tekanan Darah Rendah

 

Mengapa Remaja Wanita Rentan Anemia?

Remaja perempuan berisiko tinggi mengalami anemia karena dua faktor utama, yaitu pertumbuhan yang cepat dan kehilangan darah saat menstruasi.

Selama masa pubertas, tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi untuk mendukung pertumbuhan otot, tulang, dan peningkatan volume darah. Sayangnya, kebutuhan ini sering tidak tercukupi akibat pola makan yang kurang bergizi atau konsumsi makanan sumber zat besi yang rendah.

Selain itu, menstruasi yang berlangsung lama atau dengan perdarahan banyak dapat menyebabkan kehilangan zat besi yang signifikan, sehingga meningkatkan risiko anemia.

Baca Juga: Sering Meniru Penyakit Lain, Ketahui Gejala Anemia Aplastik

 

Tanda-Tanda Anemia pada Remaja Wanita

Beberapa remaja dengan anemia mungkin tidak langsung menunjukkan gejala. Namun, jika kadar hemoglobin terus menurun, tanda-tanda berikut bisa muncul:

Mudah lelah dan lesu

Hemoglobin berperan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika kadarnya rendah, jaringan tubuh akan kekurangan oksigen untuk menghasilkan energi. Akibatnya, remaja akan mudah lelah, lemas, dan sering membutuhkan istirahat meski hanya melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai.

Pucat

Wajah pucat muncul akibat berkurangnya aliran darah kaya oksigen dan rendahnya jumlah sel darah merah. Kondisi ini biasanya tampak pada bibir, gusi, bagian dalam kelopak mata, serta kulit wajah yang terlihat lebih pucat dari biasanya.

Pusing atau sakit kepala

Otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Saat kadar oksigen menurun, anak bisa merasakan pusing seperti berputar, sensasi melayang, dan sering mengalami sakit kepala, terutama ketika bergerak cepat atau berdiri tiba-tiba.

Jantung berdebar-debar

Untuk menutupi kekurangan oksigen, jantung akan bekerja lebih keras dengan cara memompa darah lebih cepat agar oksigen tetap tersalurkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, anak bisa merasakan detak jantung yang cepat, berdebar-debar, atau irama jantung yang tidak teratur.

Konsentrasi menurun

Otak membutuhkan pasokan oksigen yang cukup agar dapat bekerja optimal untuk berpikir, fokus, dan mengingat. Anemia bisa membuat anak sulit berkonsentrasi saat belajar, mudah terganggu perhatiannya, prestasi akademik menurun, dan sering lupa.

Selain itu, pada kasus anemia yang cukup berat, beberapa anak dapat mengalami pica, yaitu keinginan untuk mengonsumsi benda yang bukan makanan, seperti es batu, tanah, kertas, atau kapur.

Kuku rapuh dan rambut rontok

Zat besi juga berperan penting untuk kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Kekurangan zat besi dapat membuat kuku menjadi rapuh atau mudah patah, sementara rambut bisa rontok lebih banyak dari biasanya, tampak kusam, dan mudah patah.

 

Jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter dapat memberikan rekomendasi penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Anda juga bisa menggunakan layanan konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care yang tersedia di App Store dan Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Kamis, 18 Desember 2025 | 11:20
article-banner

Sidra Anwar, et all (2025). Iron Deficiency Anemia in Teenage Girls: The Impact of Menarche and Nutritional Care. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12204737/ 

Raising Children (2024). Anaemia. Available from: https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/anaemia 

John Hopkins Medicine. Symptoms of Iron Deficiency Anemia in Children. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/irondeficiency-anemia/symptoms-of-iron-deficiency-anemia-in-children 

Cleveland Clinic (2022). Pica. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22944-pica