Paru-paru memiliki saluran udara bercabang bernama bronkus. Dinding bronkus dilapisi lendir yang berfungsi menyaring partikel asing dan kuman. Ketika terlalu banyak patogen atau iritan masuk, bronkus dapat mengalami pelebaran yang tidak normal. Kondisi inilah yang dikenal sebagai bronkiektasis.
Apa Itu Bronkiektasis?
Bronkiektasis adalah kondisi ketika saluran udara di paru-paru mengalami kerusakan dan melebar secara tidak normal. Akibatnya, saluran udara tidak mampu membersihkan lendir dengan baik. Lendir yang menumpuk menjadi tempat berkembangnya bakteri dan memicu peradangan berulang.
Jenis bronkiektasis dapat dibedakan berdasarkan dua hal, yaitu bentuk kerusakannya dan lokasi terjadinya.
-
Berdasarkan bentuk kerusakan saluran udara, bronkiektasis terdiri dari tiga jenis:
-
Silinder: Bentuk yang paling umum dan paling ringan.
-
Varises: Saluran udara tampak berliku-liku seperti pembuluh darah yang mengalami varises.
-
Kistik: Bentuk yang paling berat, ditandai dengan pelebaran besar seperti kantong-kantong berisi lendir.
-
Berdasarkan lokasinya, bronkiektasis dibagi menjadi:
-
Fokal: Terjadi pada satu area paru-paru.
-
Difus: Menyebar ke banyak area di seluruh paru-paru.
-
Traksi: Terjadi ketika jaringan parut (fibrosis) menarik dan mengubah bentuk saluran udara.
Baca Juga: Latihan Sederhana untuk Meningkatkan Kapasitas Paru-Paru
Penyebab Bronkiektasis
Sebagian besar kasus bronkiektasis tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, kondisi ini sering kali berhubungan dengan penyakit atau gangguan lain yang memengaruhi paru-paru.
Bronkiektasis terjadi melalui dua fase kerusakan saluran napas. Pada fase pertama, kerusakan awal muncul akibat infeksi, peradangan, atau kondisi lain yang merusak jaringan paru-paru. Setelah saluran napas mengalami kerusakan awal, timbul fase kedua, yaitu peradangan dan infeksi berulang. Siklus inilah yang akhirnya menyebabkan kerusakan lebih berat dan pelebaran saluran udara.
Beberapa kondisi yang dapat memicu atau meningkatkan risiko bronkiektasis antara lain:
- Penyakit autoimun.
- Gangguan imunodefisiensi, seperti HIV atau diabetes.
- Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
- Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
- Aspergilosis bronkopulmonalis alergi (ABPA), yaitu reaksi alergi pada saluran napas terhadap jamur Aspergillus.
- Aspirasi paru kronik, yaitu masuknya makanan atau cairan ke paru-paru akibat gangguan menelan.
- Pneumonia.
- Pertusis (batuk rejan).
- Tuberkulosis.
- Infeksi jamur.
Gejala Bronkiektasis
Gejala bronkiektasis yang dapat muncul antara lain:
- Batuk disertai dahak berwarna hijau atau kuning.
- Pilek berulang.
- Lendir berbau tidak sedap.
- Sesak napas (dispnea).
- Mengi.
- Batuk darah (hemoptisis).
- Ujung jari membesar dengan kuku melengkung (clubbing finger).
Pada bronkiektasis, gejala dapat muncul dalam pola naik-turun. Ada masa ketika keluhan mereda, kemudian muncul kembali dalam bentuk kekambuhan (eksaserbasi). Gejala eksaserbasi antara lain:
- Kelelahan ekstrem.
- Demam dan menggigil.
- Sesak napas yang semakin berat.
- Keringat malam.
Baca Juga: Mengenal Torakosintesis, Prosedur Penyedotan Cairan di Paru-Paru
Penanganan Bronkiektasis
Tujuan utama pengobatan bronkiektasis adalah mengatasi kondisi yang mendasarinya, mencegah infeksi paru-paru, membantu mengeluarkan lendir berlebih, serta mengurangi risiko kekambuhan. Pengobatan dilakukan melalui kombinasi obat, hidrasi, dan teknik pembersihan saluran napas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada saluran udara.
Beberapa bentuk penanganan bronkiektasis antara lain:
-
Antibiotik, untuk mengatasi infeksi bakteri.
-
Makrolid, yaitu obat yang bekerja mengurangi infeksi sekaligus peradangan.
-
Ekspektoran dan mukolitik, untuk mengencerkan dan membantu mengeluarkan dahak.
-
Terapi fisik seperti teknik pernapasan dan fisioterapi dada untuk membersihkan saluran napas.
Selain pengobatan, pengidap bronkiektasis dianjurkan memperhatikan pola makan untuk mengurangi produksi dahak. Makanan yang sebaiknya dihindari meliputi makanan olahan dan gorengan, makanan instan, minuman manis atau bersoda, serta makanan tinggi garam.
Sebagai gantinya, pilih makanan bergizi seimbang seperti sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan, serta pastikan minum air putih yang cukup untuk membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Bronkiektasis membutuhkan perawatan jangka panjang, namun kombinasi pengobatan dan gaya hidup sehat dapat membantu mengelola gejalanya.
Jika Anda mengalami gejala bronkiektasis atau memiliki kekambuhan berulang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
Steinbacjh, T. (2025). Bronchiectasis. Available from: https://www.msdmanuals.com/home/lung-and-airway-disorders/bronchiectasis-and-atelectasis/bronchiectasis
American Lung Association. Bronchiectasis Symptoms and Diagnosis. Available from: https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/bronchiectasis/symptoms-diagnosis
Cleveland Clinic. Bronchiectasis. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21144-bronchiectasis
Health Direct, Bronchiectasis. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/bronchiectasis