Apa Itu Bronkiektasis dan Gejalanya?

Apa Itu Bronkiektasis dan Gejalanya?
Ilustrasi pengidap bronkiektasis. Credits: Freepik

Bagikan :

Istilah bronkiektasis mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, padahal kondisi serius ini telah dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Bronkiektasis merupakan penyakit paru kronis yang terjadi ketika saluran udara utama di paru-paru (bronkus) mengalami kerusakan permanen hingga melebar dan membentuk kantung-kantung kecil.

Akibatnya, paru-paru menjadi sulit membersihkan lendir secara optimal. Penumpukan lendir ini memudahkan bakteri berkembang biak dan memicu infeksi yang berulang.

 

Apa itu Bronkiektasis?

Bronkiektasis terjadi ketika dinding bronkus, yaitu saluran udara yang menghantarkan oksigen ke paru-paru, mengalami peradangan kronis atau kerusakan. Kondisi ini menyebabkan bronkus melebar secara tidak normal, kehilangan elastisitas, dan tidak lagi mampu membersihkan lendir secara efektif.

Lendir yang menumpuk menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri, sehingga memicu infeksi berulang dan peradangan lanjutan yang memperburuk kerusakan paru-paru.

Bronkiektasis dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti pneumonia, tuberkulosis, atau infeksi virus. Selain itu, penyakit ini juga sering dikaitkan dengan fibrosis kistik, gangguan sistem kekebalan tubuh, serta penyakit autoimun, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Baca Juga: Kenali Gejala Bronkitis Kronis Akibat Polusi Udara

 

Gejala Bronkiektasis

Gejala bronkiektasis umumnya berkembang secara perlahan dan bahkan dapat muncul bertahun-tahun setelah kerusakan awal pada paru-paru terjadi. Beberapa gejala yang paling sering dialami meliputi:

  • Batuk kronis yang menghasilkan lendir berwarna kuning atau hijau dan berlangsung lebih dari 8 minggu
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas
  • Kelelahan atau rasa lemas yang menetap
  • Demam dan menggigil
  • Bunyi mengi saat bernapas
  • Nyeri dada, terutama saat batuk hebat
  • Penebalan kulit di bawah kuku jari tangan dan kaki, yang dapat menjadi tanda kekurangan oksigen dalam jangka panjang

Pada kasus yang lebih berat, dapat terjadi batuk berdarah. Kondisi ini menandakan adanya iritasi atau pecahnya pembuluh darah di saluran pernapasan.

Baca Juga: Bronkitis, Kenali Gangguan Saluran Napas Ini Lebih Jauh

 

Kapan Harus ke Dokter?

Orang dengan bronkiektasis dapat mengalami perburukan gejala akibat infeksi mendadak atau peningkatan peradangan. Oleh karena itu, bila Anda mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari 3–4 minggu, terutama bila disertai lendir berwarna dan demam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Jangan menganggap remeh batuk berkepanjangan, karena bisa menjadi tanda bronkiektasis atau gangguan paru lainnya.

Segera cari pertolongan medis darurat jika mengalami kondisi berikut:

  • Batuk darah, meskipun jumlahnya sedikit
  • Sesak napas berat yang muncul secara tiba-tiba
  • Demam tinggi disertai menggigil dan rasa lemas yang ekstrem

Meskipun bronkiektasis tidak dapat disembuhkan, banyak penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Kunci utamanya adalah penanganan yang tepat dan berkelanjutan untuk membantu mengeluarkan lendir serta mencegah infeksi berulang.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar bronkiektasis, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur konsultasi pada aplikasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store dan Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Senin, 5 Januari 2026 | 12:51
article-banner

Cleveland Clinic (2022). Bronchiectasis. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21144-bronchiectasis 

Medline Plus (2024). Bronchiectasis. Available from: https://medlineplus.gov/ency/article/000144.htm 

Amerian Lung Association (2025). Bronchiectasis Symptoms and Diagnosis. Available from: https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/bronchiectasis/symptoms-diagnosis