Ketombe adalah masalah umum di area kulit kepala yang dialami sebagian besar orang. Meski tidak menular dan umumnya tidak berbahaya, ketombe bisa sangat mengganggu
Ada dua jenis ketombe, ketombe kering dan ketombe basah. Keduanya sama-sama bisa mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Ketahui perbedaan ketombe kering dan basah serta cara mengatasinya berikut ini.
Penyebab Ketombe
Sebagian besar kasus ketombe disebabkan oleh dermatitis seboroik. Ini adalah peradangan kulit yang memicu produksi minyak berlebih di kulit kepala.
Ketombe sering diperparah oleh pertumbuhan berlebih jamur Malassezia yang sebenarnya sudah ada di kulit kepala. Jika mengalami iritasi, populasi jamur akan meningkat.
Ketombe Kering Vs Ketombe Basah
Ketombe dibedakan menjadi dua, ketombe kering dan ketombe basah.
Ketombe kering adalah serpihan putih kecil yang mudah lepas dari kulit kepala. Ketombe kering seringkali mudah terlihat saat Anda mengenakan pakaian berwarna gelap.
Ketombe basah menimbulkan serpihan kuning yang jauh lebih besar dan lengket, menyebabkannya menggumpal dan menempel di rambut. Ketombe basah cenderung terasa lebih gatal. Anda akan merasakan basah di kulit kepala ketika menggaruknya.
Baca Juga: Cara Memilih Sampo Bila Memiliki Rambut Berketombe
Cara Mengatasi Ketombe Kering dan Ketombe Basah
Meski berbeda, perawatan ketombe kering dan basah seringkali hampir sama. Hanya perlu disesuaikan berdasarkan tingkat keparahan dan jenis kulit kepala. Berikut adalah cara yang disarankan:
Menggunakan sampo yang tepat
Menggunakan sampo antiketombe yang mengandung bahan aktif teruji, seperti zinc pyrithione, ketoconazole, selenium sulfide, salicylic acid, dan coal tar.
Mengurangi penggunaan produk penata rambut
Gel, hairspray, atau wax rambut bisa menyumbat pori-pori dan memperparah iritasi kulit kepala. Jika Anda rentan ketombe, hindari produk berbasis alkohol atau silikon berat, dan pastikan selalu membersihkan rambut sebelum tidur.
Baca Juga: Tipe Ketombe Mana Yang Sedang Menyerang Kulit Kepala Anda?
Mengelola stres
Studi menunjukkan bahwa stres berkepanjangan dapat memperburuk dermatitis seboroik. Stres memengaruhi sistem imun dan keseimbangan hormon, yang pada akhirnya dapat meningkatkan peradangan kulit serta produksi minyak, dua faktor yang berperan besar dalam kekambuhan kondisi ini.
Disarankan untuk melakukan kegiatan yang positif untuk membantu mengelola stres, misalnya dengan hobby yang menyenangkan.
Pola makan sehat
Pola makan juga berperan besar dalam mengelola dermatitis seboroik. Asam lemak omega-3, misalnya, terbukti membantu mengurangi peradangan serta menjaga kelembapan kulit.
Sementara probiotik dapat meningkatkan imunitas kulit dan mengurangi keparahan ketombe.
Terapi alami
Beberapa bahan alami menunjukkan manfaat dalam mengatasi ketombe, seperti lidah buaya, minyak kelapa, dan baking soda. Lidah buaya memiliki sifat antiradang dan antijamur. Minyak kelapa membantu melembapkan dan mengurangi pengelupasan. Sedangkan baking soda berfungsi sebagai eksfoliator alami dan memiliki sifat antijamur ringan.
Jika setelah 2-3 minggu perawatan di rumah ketombe tidak membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli dermatologi. Anda juga bisa berbicara dengan dokter melalui layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.
Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!
- dr. Monica Salim
Stephanie Watson (2024). Is It Dandruff or Dry Scalp? Symptoms, Treatment, and More. Available from: https://www.healthline.com/health/skin-disorders/dandruff-vs-dry-scalp
Angelica Bottaro (2025). How to Get Rid of Wet Dandruff. Available from: https://www.verywellhealth.com/wet-dandruff-treatment-5197087
Mayo Clinic (2025). Dandruff. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dandruff/symptoms-causes/syc-20353850
Rachael Link, MS, RD (2024). 10 Home Remedies to Get Rid of Dandruff Naturally. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/ways-to-treat-dandruff