Apa Itu Sindrom Pohon Natal dan Bagaimana Mengatasinya?

Apa Itu Sindrom Pohon Natal dan Bagaimana Mengatasinya?
Ilustrasi sindrom pohon natal. Credit: Freepik

Bagikan :

Menjelang akhir tahun, pohon Natal kerap digunakan sebagai dekorasi di rumah, restoran, maupun pusat perbelanjaan. Namun bagi sebagian orang, baik pohon Natal asli maupun palsu dapat memicu reaksi alergi seperti bersin-bersin, batuk, atau kulit gatal. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom pohon Natal.

 

Apa Itu Sindrom Pohon Natal?

 

Pemasangan pohon Natal beserta ornamennya bertujuan untuk memeriahkan suasana perayaan Natal. Saat ini, banyak orang memilih menggunakan pohon Natal palsu karena lebih praktis dan tahan lama. Namun, sebagian masyarakat masih menggunakan pohon Natal asli sebagai bagian dari dekorasi perayaan.

Istilah sindrom pohon Natal sebenarnya bukan diagnosis medis resmi, melainkan istilah awam untuk menggambarkan gejala alergi yang muncul atau memburuk akibat keberadaan pohon Natal, baik yang asli maupun yang palsu.

Pada pohon Natal asli, sebagian besar orang bukan alergi pada pohonnya, tetapi terhadap alergen seperti jamur, debu, atau serbuk sari yang menempel pada pohon tersebut. Sementara itu, pada pohon Natal palsu, pemicu alergi biasanya berasal dari debu yang menumpuk pada pohon atau ornamen yang jarang dibersihkan.

Beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami sindrom pohon Natal antara lain:

  • Pernah memiliki alergi pernapasan sebelumnya.
  • Memiliki riwayat asma atau rinitis alergi.
  • Memiliki alergi atau sensitivitas musiman.

 

Baca Juga: Berbagai Makanan Pemicu Reaksi Alergi Gatal-Gatal

 

Gejala Sindrom Pohon Natal

Beberapa gejala sindrom pohon Natal yang sering muncul antara lain:

  • Batuk.
  • Bersin.
  • Hidung tersumbat.
  • Mata merah dan gatal.
  • Ruam, biduran, atau kulit gatal.
  • Sakit tenggorokan.
  • Tekanan pada sinus (sinus pressure).

 

Penyebab Sindrom Pohon Natal

 

Pemicu sindrom pohon Natal umumnya berasal dari alergen dan iritan yang ditemukan pada pohon Natal, baik yang alami maupun buatan. Beberapa pemicunya antara lain:

  • Spora jamur. Pada pohon Natal asli seperti pohon pinus, jamur dapat tumbuh di kulit dan cabang pohon, terutama jika pohon disimpan dalam kondisi lembap sebelum dibawa ke dalam ruangan. Sebuah penelitian bahkan menemukan lebih dari 50 jenis jamur pada pohon pinus.

  • Serbuk sari. Serbuk sari pada pohon pinus dapat melepaskan senyawa pinene yang beraroma khas, tetapi dapat mengiritasi saluran pernapasan pada orang yang sensitif.

  • Debu. Debu dapat menempel baik pada pohon pinus maupun pohon Natal buatan. Ornamen pohon Natal yang jarang dibersihkan juga dapat menjadi tempat penumpukan debu, sehingga memicu reaksi alergi.

  • Getah dan jarum pohon. Getah pohon dapat menyebabkan ruam yang mirip dengan reaksi terhadap tanaman beracun dan biasanya muncul satu hingga dua hari setelah kontak. Selain itu, orang dengan kulit sensitif dapat mengalami peradangan atau gatal jika jarum pohon menusuk atau menggores kulit.

 

Baca Juga: Bisakah Seseorang Mengalami Alergi Gula?

 

Penanganan Sindrom Pohon Natal

Pengobatan sindrom pohon Natal berfokus pada meredakan gejala sekaligus membatasi paparan alergen atau iritan. Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

Cara mengatasi sindrom pohon Natal:

  • Mengonsumsi obat pereda alergi, seperti antihistamin, dekongestan, atau kortikosteroid sesuai anjuran.
  • Melakukan irigasi hidung dengan cairan salin untuk membantu membersihkan saluran napas.
  • Menggunakan penjernih udara (air purifier) untuk mengurangi alergen di dalam ruangan.

Pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Menggunakan sarung tangan plastik dan pakaian lengan panjang saat mendekorasi pohon Natal, terutama jika menggunakan pohon asli.
  • Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menata dekorasi.
  • Membersihkan seluruh ornamen pohon Natal agar bebas debu sebelum digunakan.
  • Jika memakai pohon asli, hindari menyimpannya terlalu lama di dalam rumah karena jamur dan alergen dapat meningkat seiring waktu.

 

Walaupun bukan diagnosis medis resmi, sindrom pohon Natal dapat memperburuk gejala alergi pada sebagian orang. Jika mengalami keluhan atau memiliki pertanyaan mengenai kondisi ini, konsultasikan dengan dokter. Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Jumat, 12 Desember 2025 | 11:51
article-banner

Cleveland Clinic. (2024). Could You Be Allergic to Your Christmas Tree?. Available from: https://health.clevelandclinic.org/christmas-tree-syndrome

Upham, B. (2024). What Is Christmas Tree Syndrome?. Available from: https://www.everydayhealth.com/allergies/christmas-tree-syndrome/

Asthma Foundation. Christmas Tree Syndrome. Available from: https://www.asthmafoundation.org.nz/stories/christmas-tree-syndrome