Perbedaan Antara Bakteremia dan Sepsis

Perbedaan Antara Bakteremia dan Sepsis
Ilustrasi rawat inap akibat bakteremia. Credit: Freepik

Bagikan :

Infeksi merupakan salah satu penyebab utama sakit dan kematian. Dalam dunia medis, bakteremia dan sepsis adalah dua kondisi yang sama-sama berkaitan dengan infeksi dan sering dianggap serupa. Padahal, keduanya memiliki perbedaan penting.

Memahami perbedaan bakteremia dan sepsis dapat membantu mengenali tingkat keparahan infeksi serta pentingnya penanganan medis yang tepat dan cepat.

 

Perbedaan Antara Bakteremia dan Sepsis

Bakteremia dan sepsis sering dianggap sama karena keduanya berkaitan dengan infeksi dan melibatkan keberadaan kuman di dalam tubuh. Banyak kasus sepsis memang berawal dari bakteremia, yaitu kondisi ketika bakteri masuk ke aliran darah. Namun, sepsis juga dapat terjadi tanpa adanya bakteremia.

Karena kedua kondisi ini kerap terjadi secara berurutan dan memiliki gejala yang mirip, tidak sedikit orang mengira bakteremia dan sepsis adalah kondisi yang sama, padahal tingkat keparahan dan penanganannya berbeda.

Baca Juga: Waspada Sepsis Pada Bayi Bisa Menyebabkan Kerusakan Organ

Bakteremia

Bakteremia adalah kondisi ketika bakteri terdapat di dalam aliran darah. Dalam keadaan normal, darah bersifat steril dan tidak mengandung bakteri atau kuman. Bakteri dapat masuk ke aliran darah melalui berbagai cara, seperti luka sayat, goresan, luka bakar, atau prosedur medis tertentu.

Keberadaan bakteri dalam darah dapat memicu infeksi yang membutuhkan penanganan medis. Jika tidak ditangani dengan baik, bakteremia dapat berkembang menjadi sepsis, yang berisiko menyebabkan gagal organ hingga kematian.

Saat bakteri masuk ke dalam darah, sistem kekebalan tubuh akan merespons dengan berusaha melawan dan membersihkan bakteri tersebut. Bakteremia tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa orang dapat muncul keluhan ringan seperti demam.

Jika kondisi ini berkembang menjadi sepsis atau syok sepsis, gejalanya akan jauh lebih berat, seperti menggigil hebat, detak jantung cepat, napas cepat, dan penurunan tekanan darah.

Sepsis

Sepsis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi. Reaksi ini memicu peradangan luas yang dapat merusak jaringan, menyebabkan kegagalan organ, hingga berujung pada kematian jika tidak segera ditangani. Semakin cepat sepsis dikenali dan diobati, semakin besar peluang pemulihan.

Pada kondisi sepsis, respons imun yang tidak terkendali juga dapat mengganggu sistem pembekuan darah. Akibatnya terbentuk bekuan darah di pembuluh kecil, yang menghambat aliran darah ke organ vital dan meningkatkan risiko kerusakan atau gagal organ.

Baca Juga: Rotavirus, Infeksi Virus Penyebab Diare pada Anak-Anak

 

Penanganan Bakteremia dan Sepsis

Jika seseorang menunjukkan gejala bakteremia, pengobatan harus segera diberikan untuk mencegah infeksi berkembang menjadi sepsis. Dokter biasanya meresepkan antibiotik, menghentikan atau melepas alat medis yang dicurigai sebagai sumber infeksi, serta mengeringkan nanah atau cairan bila ditemukan abses.

Sementara itu, sepsis merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera di ICU. Penatalaksanaannya meliputi pemberian antibiotik, cairan infus, obat vasopresor untuk menjaga tekanan darah, serta tindakan operasi bila diperlukan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi atau rusak. Selain itu, pasien juga mendapatkan perawatan suportif sesuai kondisi klinisnya.

 

Pencegahan Bakteremia dan Sepsis

Pencegahan bakteremia dan sepsis dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan dan kesehatan, antara lain dengan rajin mencuci tangan, merawat dan menutup luka hingga sembuh, menerima vaksinasi sesuai anjuran, serta menjalani perawatan rutin bila memiliki penyakit kronis. Selain itu, segera cari pertolongan medis bila mengalami tanda infeksi.

Perlu diingat, bakteremia dapat berkembang menjadi sepsis yang merupakan kondisi darurat medis dan membutuhkan penanganan segera.

Jika memiliki pertanyaan seputar kesehatan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Rabu, 14 Januari 2026 | 14:35
article-banner

Cleveland Clinic. Bacteremia. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/25151-bacteremia

Mayo Clinic. Sepsis. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sepsis/symptoms-causes/syc-20351214

Forrester, J. (2024). Introduction to Bacteremia, Sepsis, and Septic Shock. Available from: https://www.msdmanuals.com/home/infections/bacteremia-sepsis-and-septic-shock/introduction-to-bacteremia-sepsis-and-septic-shock

Cleveland Clinic. Sepsis. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12361-sepsis