Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang umumnya dapat disembuhkan dengan konsumsi antibiotik secara teratur dan dalam jangka waktu tertentu. Namun, pada kondisi tertentu, bakteri TB dapat menjadi kebal dan tidak lagi merespons obat yang diberikan. Kondisi ini dikenal sebagai TB MDR (multidrug-resistant tuberculosis).
Apa Itu TB MDR (Multidrug Resistant Tuberculosis)?
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai organ lain seperti tulang belakang, otak, atau ginjal. Penularan terjadi melalui percikan air liur ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Pengobatan TBC membutuhkan waktu yang cukup lama, umumnya sekitar 3–6 bulan, dengan konsumsi obat secara rutin dan disiplin sesuai anjuran dokter. Tujuannya adalah untuk membunuh seluruh bakteri TB hingga tuntas. Beberapa obat yang biasa digunakan antara lain:
- Isoniazid
- Rifampisin
- Etambutol
- Pirazinamida
- Rifapentin
Jika obat tidak diminum secara teratur atau pengobatan dihentikan sebelum waktunya, risiko terjadinya TB MDR (Multidrug-Resistant Tuberculosis) akan meningkat. TB MDR adalah kondisi ketika bakteri TBC menjadi kebal terhadap setidaknya dua obat utama, yaitu isoniazid dan rifampisin.
Kondisi ini paling sering terjadi karena pengobatan yang tidak tuntas, misalnya saat pasien merasa gejala sudah membaik lalu menghentikan obat tanpa arahan dokter.
Baca Juga: Dua Jenis Tes untuk Mendiagnosis Penyakit TB
Penanganan TB MDR (Multidrug Resistant Tuberculosis)
Penanganan TB MDR memang lebih kompleks dibandingkan TB sensitif obat. Jenis obat, kombinasi, dan lama pengobatan akan disesuaikan dengan hasil uji kepekaan obat (drug susceptibility test), yaitu obat mana saja yang sudah tidak efektif terhadap bakteri TBC.
Beberapa pilihan pengobatan TB MDR meliputi:
Pemberian antibiotik lini dua
Pasien TB yang resisten terhadap isoniazid saja masih dapat diobati dengan kombinasi antibiotik berikut selama 6 bulan:
- Rifampisin
- Etambutol
- Pirazinamid
- Fluorokuinolon generasi terbaru
Pada kondisi tertentu, pirazinamid dapat diberikan hanya selama 2 bulan, sementara obat lainnya dilanjutkan sesuai durasi terapi.
Baca Juga: Kenali Aktivitas yang Dapat Menularkan TBC (Tuberkulosis)
Metode BPaLM dan BPaL
Dokter dapat merekomendasikan metode BPaLM, yaitu rejimen pengobatan TB resistan obat yang terdiri dari:
- Bedaquiline (B)
- Pretomanid (P)
- Linezolid (L)
- Moksifloksasin (M)
Regimen BPaLM memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
- Durasi pengobatan lebih singkat dibandingkan regimen konvensional
- Mengurangi kebutuhan obat suntik, sehingga lebih nyaman bagi pasien
- Efektivitas dan angka kesembuhan lebih tinggi
- Risiko efek samping lebih rendah dibandingkan terapi TB MDR sebelumnya
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien sekaligus memperbaiki hasil pengobatan TB resistan obat.
Terapi dengan Pengawasan Langsung
Salah satu cara menangani TB resistan obat adalah directly observed therapy (DOT). Pada metode ini, pasien bertemu dokter atau petugas kesehatan secara rutin, baik langsung maupun secara virtual. Petugas akan mengawasi pasien minum obat untuk memastikan pengobatan berjalan optimal.
Pencegahan TB MDR (Multidrug Resistant Tuberculosis)
TB MDR adalah kondisi serius yang memerlukan pengobatan ketat dan jangka panjang. Untuk mencegahnya, lakukan langkah berikut:
- Minum obat TB sesuai resep dan anjuran dokter
- Jangan menghentikan pengobatan sebelum obat habis atau melewatkan dosis
- Hindari tempat ramai dan tertutup untuk mencegah penularan
- Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah
- Pastikan telah menerima imunisasi BCG
TB MDR membutuhkan penanganan khusus. Jika ada pertanyaan seputar TB, konsultasikan dengan dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
CDC. Treating Drug-Resistant Tuberculosis Disease. https://www.cdc.gov/tb/treatment/drug-resistant-tuberculosis.html
WHO. (2024). Tuberculosis: Multidrug-resistant (MDR-TB) or rifampicin-resistant TB (RR-TB). Available from: https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/tuberculosis-multidrug-resistant-tuberculosis-(mdr-tb)
TBFacts. MDR TB - Multi drug Resistant TB. Available from: https://tbfacts.org/mdr-tb/