• Beranda
  • Penyakit
  • Apakah Dishidrosis (Dyshidrotic Eczema) Menular? Kenali Cara Pencegahannya

Apakah Dishidrosis (Dyshidrotic Eczema) Menular? Kenali Cara Pencegahannya

Apakah Dishidrosis (Dyshidrotic Eczema) Menular? Kenali Cara Pencegahannya
Ilustrasi masalah kulit. Credit: Freepik

Bagikan :

Dishidrosis atau dyshidrotic eczema adalah gangguan kulit yang ditandai dengan munculnya lepuhan kecil berisi cairan pada tangan dan kaki. Lepuhan ini sering disertai rasa gatal yang cukup mengganggu, menimbulkan ketidaknyamanan, dan dapat menurunkan rasa percaya diri. Lalu, apa sebenarnya penyebab dishidrosis, dan apakah kondisi ini bisa menular? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut.

 

Apa Itu Dishidrosis (Dyshidrotic Eczema)?

Dishidrosis (dyshidrotic eczema), yang juga dikenal sebagai pompholyx, adalah salah satu jenis eksim yang ditandai dengan munculnya lepuhan kecil berisi cairan dan rasa gatal, disertai kulit kering.

Lepuhan berukuran sekitar 1–2 mm ini biasanya muncul di sela-sela jari, telapak tangan, dan telapak kaki. Cairan di dalam lepuhan dapat tampak bening hingga keruh, dan dalam beberapa kasus, lepuhan kecil bisa bergabung membentuk lepuhan yang lebih besar.

Dishidrosis dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat eksim tangan. Dengan memahami penyebab, risiko penularan, serta pilihan penanganannya, kondisi dishidrosis dapat dikelola dengan lebih baik.

Baca Juga: Cara Menangani Pompholyx, Lepuhan Kecil yang Muncul di Jari Tangan

 

Penyebab Dishidrosis (Dyshidrotic Eczema)

Penyebab pasti dishidrosis belum diketahui. Namun, seperti jenis eksim lainnya, para ahli meyakini kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

  • Faktor genetik: Riwayat eksim dalam keluarga dapat meningkatkan risiko terjadinya dishidrosis.
  • Paparan zat kimia atau iritan: Kontak dengan sabun, deterjen, parfum, atau bahan kimia tertentu dapat memicu atau memperburuk gejala.
  • Stres fisik dan emosional: Stres dapat memicu kekambuhan dishidrosis.
  • Alergen atau iritan lingkungan: Debu, logam tertentu, atau bahan lain yang memicu reaksi kulit.

 

Apakah Dishidrosis (Dyshidrotic Eczema) Menular?

Dishidrosis pada dasarnya tidak menular, sehingga Anda tidak bisa tertular dari orang lain maupun menularkannya kepada orang lain. Namun, jika lepuhan yang gatal terus digaruk hingga pecah, kulit dapat mengalami infeksi sekunder. Infeksi inilah yang berpotensi menular, karena luka terbuka memudahkan bakteri, jamur, atau virus masuk ke dalam kulit dan menyebar ke orang lain.

Beberapa tanda infeksi pada dishidrosis yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri.
  • Bengkak.
  • Kemerahan.
  • Gatal yang semakin berat.
  • Kerak pada kulit.
  • Lepuhan berisi nanah.
  • Kulit tampak melepuh atau meradang.

Baca Juga: Tips Merawat Kulit Sebelum dan Setelah Olahraga

 

Penanganan Dishidrosis agar Tidak Infeksi dan Menular

Untuk mencegah dishidrosis mengalami infeksi dan memperparah kondisi kulit, perawatan yang tepat sangat penting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengoleskan salep antiseptik atau antibiotik sesuai anjuran dokter.
  • Menghindari menggaruk kulit meskipun terasa gatal.
  • Mengompres area yang gatal dengan kompres dingin untuk meredakan keluhan.
  • Menghindari paparan zat kimia yang bersifat alergen atau iritan, seperti deterjen, parfum, dan sabun tertentu.
  • Menjaga kebersihan kulit secara rutin.
  • Menggunakan pelembap khusus untuk kulit sensitif agar kulit tetap lembap dan tidak kering.
  • Melindungi area lepuhan dari gesekan yang dapat menyebabkan luka terbuka.
  • Segera merawat luka jika lepuhan pecah untuk mencegah infeksi.

 

Perlu diingat bahwa dishidrosis tidak menular. Namun, lepuhan yang pecah dan menjadi luka terbuka dapat mengalami infeksi, sehingga gejala menjadi lebih berat. Jika Anda memiliki pertanyaan atau keluhan terkait dishidrosis, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Rabu, 21 Januari 2026 | 14:06
article-banner

Cleveland Clinic. Dyshidrotic Eczema (Dyshidrosis). Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17728-dyshidrotic-eczema

Sherrell, Z. (2024). Is dyshidrotic eczema contagious?. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/is-dyshidrotic-eczema-contagious

Cronkleton, E. (2021). Available from: https://www.healthline.com/health/eczema/dyshidrotic-eczema-contagious