4 Cara untuk Mendeteksi Kanker Serviks

4 Cara untuk Mendeteksi Kanker Serviks
Credits: Freepik

Bagikan :

Serviks (leher rahim) adalah bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel di serviks ini tumbuh secara tidak terkendali.

Sayangnya, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Ini membuat banyak orang terlambat menyadarinya. Kanker serviks bahkan sering ditemukan ketika sel sudah mulai berubah menjadi prakanker.

Kabar baiknya, kanker serviks bisa dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.

Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Kanker serviks bisa dideteksi sejak dini melalui beberapa cara, di antaranya:

Pap Smear

Pap smear adalah pemeriksaan sederhana yang mengambil sel dari permukaan serviks untuk diperiksa di laboratorium. Tujuannya adalah mendeteksi sel abnormal sebelum menjadi kanker.

Wanita berusia 21-65 tahun perlu melakukannya. Idealnya, pap smear dilakukan setiap 3 tahun sekali untuk usia 21-29 tahun, dan 5 tahun sekali untuk usia 30-65 tahun.

Tes HPV

Tes HPV memeriksa apakah Anda terinfeksi HPV yang menyebabkan hampir semua jenis kanker serviks. Tes ini perlu dilakukan 5 tahun sekali di usia 30-65 tahun. Bisa dilakukan sendiri atau bersama dengan pap smear.

Tes HPV tidak direkomendasikan untuk wanita di bawah 30 tahun dengan hasil pap smear normal, karena infeksi HPV di usia muda biasanya sembuh sendiri dalam 1-2 tahun.

Baca Juga: Masih Gadis Apakah Mungkin Terkena Kanker Serviks?

Kolposkopi

Jika hasil Pap smear atau tes HPV tidak normal, dokter akan menyarankan kolposkopi. Ini adalah pemeriksaan serviks dengan alat pembesar khusus mirip mikroskop yang disebut kolposkop.

Pada pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina, menyemprotkan cairan khusus ke serviks untuk membantu melihat area anormal.

Biopsi serviks

Biopsi adalah pengambilan sampel kecil jaringan serviks untuk diperiksa di bawah mikroskop. Ini satu-satunya cara mendiagnosis pasti apakah ada kanker atau lesi prakanker.

Biopsi biasanya dilakukan bila kolposkopi menunjukkan area yang mencurigakan.

Baca Juga: Kenali Gejala HPV Yang Dapat Memicu Kanker Serviks

Langkah Pencegahan Kanker Serviks

Kanker serviks (kanker leher rahim) sebenarnya termasuk kanker yang paling bisa dicegah, asal pencegahan dan pemeriksaan dilakukan sejak dini. Berikut adalah beberapa langkahnya:

  • Mendapatkan vaksinasi HPV yang bisa diperoleh di usia 9-12 tahun, dan hingga 26 tahun
  • Melakukan skrining rutin walau sudah mendapatkan vaksin
  • Menghindari merokok, karena rokok berperan dalam kanker serviks
  • Berkonsultasi dengan dokter jika punya risiko khusus seperti mengidap HIV, pernah menjalani transplantasi organ, pernah terpapar obat DES, memiliki sistem kekebalan tubuh lemah

Dengan skrining rutin, kanker serviks termasuk salah satu kanker yang paling bisa dicegah dan disembuhkan. Jangan ragu untuk menjalani Pap smear atau tes HPV.

Memiliki pertanyaan lebih lanjut? Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr. Monica Salim
Last Updated : Selasa, 6 Januari 2026 | 10:44
article-banner

Cleveland Clinic (2024). Cervical Cancer. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12216-cervical-cancer 

Mayo Clinic (2024). Pap smear. Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/pap-smear/about/pac-20394841 

Medline Plus (2025). Human Papillomavirus (HPV) Test. Available from: https://medlineplus.gov/lab-tests/human-papillomavirus-hpv-test/ 

 

NHS UK (2022). What is a colposcopy?. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/colposcopy/