Isotretinoin

Isotretinoin
Isotretinoin digunakan untuk pengobatan jerawat.

Bagikan :

Brand/Nama Lain

Ivory, Absorica, Amnesteem, Claravis, Myorisan, dan Sotret.

 

Cara Kerja

Isotretinoin bekerja dengan mengurangi ukuran dan aktivitas kelenjar minyak (sebasea) di kulit sehingga produksi sebum menurun secara signifikan. Obat ini membantu mencegah penyumbatan pori-pori dengan menormalkan proses pergantian sel kulit, serta meredakan peradangan pada jerawat, sehingga kemerahan dan pembengkakan berkurang.

Kombinasi cara kerja tersebut membuat Isotretinoin efektif dalam mengatasi jerawat berat dan yang sulit diobati dengan terapi lain.

 

Indikasi

Isotretinoin diindikasikan untuk pengobatan jerawat berat. Obat ini diberikan pada kondisi jerawat yang parah, seperti jerawat nodulokistik, yaitu jerawat besar dan dalam yang sulit sembuh dengan pengobatan biasa. Obat ini juga diindikasikan untuk jerawat yang tidak memberikan respons terhadap terapi lain, seperti antibiotik topikal maupun sistemik.

Obat ini juga dapat digunakan pada jerawat yang berisiko tinggi menimbulkan jaringan parut atau berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien.

 

Kontraindikasi

Isotretinoin tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan. Obat ini dapat menyebabkan gangguan serius pada janin, termasuk cacat lahir, sehingga penggunaannya harus sangat diawasi dan dihindari selama kehamilan.

Obat ini juga tidak boleh digunakan pada ibu menyusui, pasien dengan gangguan fungsi hati berat, pasien dengan kadar lemak darah tinggi yang tidak terkontrol, serta individu yang memiliki alergi atau reaksi sensitif terhadap isotretinoin atau retinoid lainnya.

Penggunaan bersamaan dengan antibiotik Tetrasiklin juga dikontraindikasikan karena meningkatkan risiko tekanan tinggi di dalam kepala, yang bisa menimbulkan gejala seperti sakit kepala berat, mual, muntah, atau gangguan penglihatan.

 

Efek Samping

Efek samping isotretinoin yang paling sering adalah kulit dan bibir kering, mata kering, serta iritasi kulit akibat penurunan produksi sebum. Obat ini dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak darah dan gangguan fungsi hati, sehingga diperlukan pemantauan laboratorium secara berkala.

Efek samping lain yang dapat terjadi meliputi nyeri otot dan sendi, sakit kepala, perubahan suasana hati, serta risiko yang sangat tinggi menyebabkan gangguan perkembangan janin atau cacat lahir bila digunakan selama kehamilan.

 

Sediaan

Isotretinoin tersedia terutama dalam bentuk sediaan oral berupa kapsul lunak dengan berbagai kekuatan dosis, seperti 10 mg, 20 mg, dan 40 mg. Sediaan ini dirancang untuk diminum bersama makanan agar penyerapan obat lebih optimal.

Hingga saat ini, penggunaan isotretinoin secara klinis paling umum dan efektif adalah melalui sediaan oral, dengan penggunaannya harus berdasarkan resep dan pengawasan dokter.

 

Dosis

Dosis isotretinoin umumnya disesuaikan dengan berat badan dan tingkat keparahan jerawat, dengan dosis awal sekitar 0,3–0,5 mg/kgBB per hari yang dapat ditingkatkan hingga 0,5–1 mg/kgBB per hari sesuai respons dan toleransi pasien.

Obat ini biasanya diberikan selama 16–24 minggu hingga tercapai dosis kumulatif yang adekuat.

 

Keamanan

Isotretinoin termasuk dalam kategori keamanan obat kategori X untuk kehamilan, yang berarti obat ini sangat berbahaya dan sepenuhnya dikontraindikasikan pada wanita hamil atau yang berpotensi hamil. Isotretinoin berpotensi dapat menyebabkan kelainan bawaan yang berat.

Penggunaannya mensyaratkan pencegahan kehamilan yang ketat, termasuk penggunaan kontrasepsi yang efektif sebelum, selama, dan setelah terapi, serta pengawasan medis yang ketat.

 

Interaksi Obat

Isotretinoin dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain yang meningkatkan risiko efek samping, terutama Tetrasiklin (antibiotik) yang dapat menyebabkan tekanan tinggi di dalam kepala (hipertensi intrakranial) bila digunakan bersamaan.

Penggunaan bersama vitamin A atau suplemen yang mengandung retinoid juga tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan efek samping atau keracunan vitamin A.

Isotretinoin dapat memengaruhi kadar lemak dan fungsi hati, sehingga perlu hati-hati bila digunakan bersama obat lain yang juga membebani hati atau memengaruhi metabolisme lemak.

 

Mau tahu informasi seputar obat-obatan lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : dr. Alvidiani Agustina Damanik
Editor :
  • dr. Alvidiani Agustina Damanik
Last Updated : Senin, 26 Januari 2026 | 13:25
article-banner

British Association of Dermatologists. (2020). Isotretinoin: Updated July 2019; Lay reviewed June 2019; Amended January 2020 [PDF]. British Association of Dermatologists. https://cdn.bad.org.uk/uploads/2021/12/29200301/Isotretinoin-Updated-July-2019-lay-reviewed-June-2019-amended-January-2020.pdf

Barbieri, J. S. (2023). Isotretinoin for treatment of acne. JAMA Dermatology, 159(12), 1403. https://doi.org/10.1001/jamadermatol.2023.2065

Feszak, I. J., Brzeziński, P., Feszak, S., Kitowska, A., Waśkow, M., Kawczak, P., & Bączek, T. (2025). Isotretinoin treatment for acne vulgaris: A five-year retrospective analysis of clinical and biochemical adverse effects. Journal of Clinical Medicine, 14(18), 6473. https://doi.org/10.3390/jcm14186473