• Beranda
  • Nutrisi
  • Jenis Makanan yang Membuat Anda Mengantuk Setelah Makan

Jenis Makanan yang Membuat Anda Mengantuk Setelah Makan

Jenis Makanan yang Membuat Anda Mengantuk Setelah Makan
Ilustrasi konsumsi makanan tinggi karbohidrat. Credits: Freepik

Bagikan :

Rasa mengantuk setelah makan merupakan respons alami tubuh, tetapi tidak selalu hanya disebabkan oleh porsi makan yang terlalu banyak. Beberapa jenis makanan dapat memengaruhi kadar gula darah dan kerja hormon di dalam tubuh, sehingga memicu rasa lelah dan kantuk setelah makan.

 

Zat Dalam Makanan yang Bikin Mengantuk

Beberapa zat alami yang terkandung dalam makanan dapat memicu rasa kantuk karena pengaruhnya terhadap otak dan sistem saraf. Zat-zat ini dapat membuat tubuh lebih rileks atau menurunkan tingkat kewaspadaan setelah makan. Berikut beberapa zat yang berperan dalam munculnya rasa kantuk:

Melatonin

Melatonin membantu mengatur ritme tidur dan bangun. Ketika hormon ini meningkat, otak menerima sinyal untuk menurunkan kewaspadaan. Itulah sebabnya, makanan yang mengandung melatonin dapat membuat tubuh terasa lebih lelah dan mengantuk setelah makan.

Beberapa jenis makanan yang mengandung melatonin, antara lain:

  • Buah ceri
  • Oat
  • Kenari
  • Tomat
  • Nasi
  • Jagung

Triptofan

Triptofan adalah asam amino, yaitu zat pembentuk protein, yang diolah tubuh menjadi serotonin dan kemudian melatonin. Kedua zat ini berperan dalam menimbulkan rasa tenang dan membantu tubuh bersiap untuk tidur. Karena itu, makanan yang tinggi triptofan dapat membuat tubuh terasa lebih rileks dan mengantuk setelah makan.

Beberapa makanan yang kaya triptofan antara lain:

  • Susu
  • Telur
  • Ayam
  • Kedelai 
  • Kacang-kacangan
  • Biji labu
  • Wijen

Baca Juga: Cara Mengatur Tidur Agar Tidak Mudah Mengantuk saat Puasa

Karbohidrat

Makanan tinggi karbohidrat sederhana seperti nasi putih, mi instan, roti putih, dan kue manis juga dapat memicu rasa kantuk. Jenis makanan ini membuat kadar gula darah naik dengan cepat, lalu turun secara drastis. Penurunan gula darah inilah yang dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, mudah lelah, dan mengantuk.

Lemak jenuh

Makanan tinggi lemak, seperti gorengan, daging berlemak, keju, atau makanan bersantan, membutuhkan waktu dan energi lebih besar untuk dicerna. Saat proses pencernaan berlangsung, tubuh mengalihkan lebih banyak aliran darah ke saluran cerna. Akibatnya, pasokan darah dan oksigen ke otak sementara berkurang, sehingga tubuh terasa lebih lemas dan mudah mengantuk setelah makan.

Alkohol

Beberapa jenis saus, kue, atau minuman penutup dapat mengandung alkohol dalam jumlah kecil. Alkohol memiliki efek menenangkan pada sistem saraf, sehingga dapat memperparah rasa kantuk meskipun dikonsumsi sedikit.

 

Cara Mengatasi Kantuk Setelah Makan

Saat rasa kantuk datang setelah makan, Anda tidak selalu harus mengatasinya dengan kopi atau minuman berenergi. Ada beberapa cara yang lebih sehat dan aman untuk membantu tubuh kembali segar, seperti berikut:

Power nap

Lakukan power nap atau tidur siang singkat selama 10–20 menit. Usahakan dilakukan sebelum pukul 3 sore agar tidak mengganggu tidur malam.

Tidur singkat ini dapat membantu meningkatkan fokus, memperbaiki suasana hati, dan membuat tubuh kembali lebih waspada.

Jalan-jalan ringan

Berjalan santai selama 5–10 menit setelah makan dapat membantu melancarkan pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Cara sederhana ini juga efektif untuk mengurangi rasa kantuk setelah makan.

Baca Juga: Sudah Tidur Cukup Tetapi Masih Mengantuk, Apa Penyebabnya?

Minum air putih

Dehidrasi ringan dapat membuat tubuh terasa lelah dan kurang bertenaga. Oleh karena itu, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dengan cukup minum air sepanjang hari.

Memilih makanan seimbang

Alih-alih mengonsumsi nasi putih dengan gorengan, cobalah mengombinasikan makanan dengan lauk berprotein atau sayuran hijau segar. Pola makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering juga disarankan dibandingkan makan dalam jumlah besar sekaligus, karena lebih membantu menjaga energi tubuh tetap stabil.

 

Jika rasa lelah dan kantuk berlebihan tetap muncul setelah melakukan berbagai upaya di atas, segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter. Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care yang tersedia di App Store dan Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar nutrisi, makanan dan tips diet lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr. Monica Salim
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Kamis, 15 Januari 2026 | 12:56
article-banner

Jay Summer (2025). Why Do I Get Sleepy After Eating?. Available from: https://www.sleepfoundation.org/nutrition/why-do-i-get-sleepy-after-eating 

Brandon Peters, MD (2025). What Makes You Sleepy After Eating?. Available from: https://www.verywellhealth.com/why-am-i-sleepy-after-eating-lunch-3014827 

Mayo Clinic (2025). Melatonin. Available from: https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-melatonin/art-20363071 

Medline Plus (2024). Tryptophan. Available from: https://medlineplus.gov/ency/article/002332.htm 

Cleveland Clinic (2021). Should You Take Power Naps?. Available from: https://health.clevelandclinic.org/power-naps/