Risiko Hamil Sebelum Usia 20 Tahun

Risiko Hamil Sebelum Usia 20 Tahun
Credits: Freepik

Bagikan :

Kehamilan sebelum usia 20 tahun masih menjadi isu kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Di usia ini, kondisi fisik dan mental ibu umumnya belum berkembang secara optimal untuk menjalani kehamilan.

Remaja yang hamil di usia muda berisiko mengalami berbagai masalah selama kehamilan dan persalinan karena organ reproduksi dan kesiapan mental belum sepenuhnya matang.

Tanda-Tanda Kehamilan di Usia Remaja

Tanda-tanda kehamilan di usia remaja umumnya sama dengan kehamilan di usia dewasa, di antaranya:

  • Terlambat menstruasi
  • Mual dan muntah (morning sickness)
  • Nyeri atau sensitivitas pada payudara
  • Kelelahan ekstrem
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan suasana hati
  • Pusing atau sakit kepala
  • Penambahan berat badan
  • Mengidam makanan tertentu

Namun, tanda-tanda tersebut sering diabaikan karena siklus menstruasi remaja belum teratur. Ini menyebabkan kehamilan mungkin tidak diketahui hingga usia kehamilan berlanjut.

Baca Juga: Pentingnya Kalsium Selama Kehamilan

Risiko Kesehatan bagi Remaja yang Hamil dan Janinnya

Hamil di usia remaja membawa risiko kesehatan baik bagi si ibu maupun janin, di antaranya:

Risiko cacat bawaan akibat kekurangan nutrisi

Remaja yang hamil sering kali belum mencapai status gizi optimal. Kekurangan nutrisi penting seperti asam folat sangat berbahaya, karena meningkatkan risiko cacat tabung saraf.

Suplementasi asam folat idealnya dimulai sebelum kehamilan. Namun, suplementasi ini sering tidak terpenuhi karena kehamilan di usia remaja memang tidak direncanakan.

Tekanan darah tinggi dan preeklamsia

Hamil di usia remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi kehamilan dan preeklamsia. Preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi fatal seperti eklampsia, ablasi plasenta, atau gagal organ. Tanpa penanganan cepat, kondisi ini mengancam nyawa ibu dan janin.

Persalinan prematur

Kehamilan remaja meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur. Bayi prematur berisiko mengalami gangguan pernapasan, masalah pencernaan, infeksi, dan perdarahan otak.

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Bayi dari ibu remaja lebih sering lahir dengan berat di bawah 2,5 kg. BBLR ini berkaitan erat dengan kesulitan mengatur suhu tubuh, hipoglikemia, gangguan pernapasan, risiko infeksi yang lebih tinggi, dan sindrom kematian bayi mendadak.

Komplikasi jangka panjang pada anak

Anak yang lahir dari ibu remaja memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah kesehatan dan perkembangan jangka panjang. Komplikasi yang mungkin terjadi seperti cerebral palsy, gangguan perkembangan kognitif dan motorik, masalah penglihatan, gangguan pendengaran, kesulitan belajar di usia sekolah.

Depresi pascapersalinan

Remaja yang hamil lebih rentan mengalami depresi prenatal dan pascapersalinan. Faktor seperti tekanan sosial, isolasi, ketidakstabilan emosional, dan kurangnya dukungan keluarga memperburuk kondisi mental mereka.

Menurut CDC, remaja hamil lebih mungkin mengalami depresi berat yang dapat mengganggu ikatan ibu-anak dan perawatan bayi.

Baca Juga: Mengapa Penting Melakukan Tes TORCH Dalam Merencanakan Kehamilan?

Mencegah Kehamilan Usia Remaja

Menunda hubungan seksual hingga benar-benar siap secara fisik, emosional, dan sosial merupakan cara paling efektif dalam mencegah kehamilan di usia remaja. Berikut adalah beberapa strategi yang diperlukan:

Pendidikan seksual sejak dini

Pendidikan seksual yang diberikan secara bertahap sesuai usia sangat penting dalam membekali remaja dengan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi.

Akses mudah ke layanan kesehatan reproduksi

Remaja perlu memiliki akses yang ramah, aman, dan tidak menghakimi terhadap layanan kesehatan reproduksi. Akses yang mudah dan informasi yang jelas membantu remaja mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Dukungan psikososial bagi remaja yang hamil

Bagi remaja yang telah mengalami kehamilan, fokus utama adalah memastikan kesehatan ibu dan janin sekaligus menjaga kesejahteraan mental dan sosialnya. Dukungan dari keluarga, sekolah, dan institusi terkait sangat penting agar remaja tetap dapat melanjutkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Memiliki pertanyaan lebih lanjut? Jangan ragu memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.

Mau tahu informasi seputar kehamilan, menyusui, kesehatan wanita dan anak-anak? Cek di sini, ya!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr. Monica Salim
Last Updated : Rabu, 28 Januari 2026 | 14:21
article-banner

Rebecca Buffum Taylor (2024). Teenage Pregnancy. Available from: https://www.webmd.com/baby/teen-pregnancy-medical-risks-and-realities 

WHO (2024). Adolescent pregnancy. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy 

CHOC. Neural Tube Defects. Available from: https://www.choc.org/neuroscience/neural-tube-defects/ 

Mayo Clinic (2022). Preeclampsia. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745 

Mayo Clinic (2025). Premature birth. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730 

 

Stanford Medicine. Low Birth Weight. Available from: https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=low-birthweight-90-P02382