• Beranda
  • Ibu & Anak
  • Kebiasaan Sehat di Usia Kanak-Kanak untuk Menurunkan Risiko Kanker

Kebiasaan Sehat di Usia Kanak-Kanak untuk Menurunkan Risiko Kanker

Kebiasaan Sehat di Usia Kanak-Kanak untuk Menurunkan Risiko Kanker
Credits: Freepik

Bagikan :

Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 14 ribu kasus kanker anak baru setiap tahun. Kanker pada anak umumnya disebabkan oleh faktor genetik atau kelainan bawaan, dan tidak dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup seperti halnya kanker pada orang dewasa.

Namun, membentuk kebiasaan sehat sejak dini sangat penting, bukan hanya untuk kesehatan masa kanak-kanak, tetapi juga untuk menurunkan risiko kanker di usia dewasa.

Kebiasaan Sehat untuk Menurunkan Risiko Kanker

Melindungi dari paparan sinar UV berlebihan

Meskipun kanker kulit sangat jarang terjadi pada anak-anak, kerusakan kulit akibat sinar ultraviolet (UV) bersifat kumulatif seumur hidup. Artinya, paparan matahari berulang di masa kanak-kanak bisa meningkatkan risiko melanoma di kemudian hari.

Untuk itu, disarankan agar:

  • Menggunakan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30
  • Mengenakan topi lebar, kacamata UV, dan pakaian yang menutupi
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung di antara pukul 10.00-16.00
  • Tidak membiarkan bayi di bawah 6 bulan berjemur sinar matahari langsung tanpa pakaian sebagai pelindung utama
  • Tidak menggunakan tanning bed

Baca Juga: Mengenal Ewing Sarcoma, Kanker Tulang Ganas yang Rentan Dialami Anak-Anak

Memberikan vaksin HPV di usia yang tepat

Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker serviks, serta beberapa jenis kanker lain seperti kanker mulut, tenggorokan, anus, dan alat kelamin. Vaksin HPV sangat efektif mencegah infeksi HPV berisiko tinggi jika diberikan sebelum paparan seksual pertama.

Di Indonesia, vaksin HPV kini termasuk dalam program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan diberikan kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD (usia 9–11 tahun). Mendapatkan vaksinasi HPV di usia tersebut bisa memberikan respons imun yang lebih kuat dibandingkan saat usia lebih tua.

Mendorong aktivitas fisik dan menjaga berat badan sehat

Obesitas di masa kanak-kanak berkaitan erat dengan peningkatan risiko kanker di usia dewasa, termasuk kanker payudara, usus besar, endometrium, ginjal, dan pankreas.

CDC merekomendasikan aktivitas fisik bagi anak usia 3-5 tahun dengan aktif sepanjang hari melalui permainan fisik seperti lari, melompat, memanjat, atau bersepeda. Sedangkan pada anak remaja usia 6-17 tahun, minimal 60 menit aktivitas fisik setiap hari seperti berlari, berenang, bersepeda, latihan kekuatan otot minimal 3 kali per minggu, latihan kekuatan tulang minimal 3 kali per minggu.

Baca Juga: Tes Genetik: Bantu Prediksi Kanker Sejak Dini

Mengajari anak untuk menjauhi rokok dan asap rokok

Menurut CDC, 9 dari 10 perokok dewasa mulai merokok sebelum usia 18 tahun. Paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif merupakan faktor risiko utama kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, kandung kemih, dan pankreas.

Meskipun tidak semua kanker bisa dicegah, hingga 40% kanker pada orang dewasa dapat dihindari melalui penerapan gaya hidup sehat sejak dini. Bicarakan dengan dokter lebih lanjut apabila di dalam keluarga ada riwayat kanker. Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr. Monica Salim
Last Updated : Selasa, 6 Januari 2026 | 09:05
article-banner

CDC (2025). Cancer Prevention Starts in Childhood. Available from: https://www.cdc.gov/cancer/features/cancer-prevention-starts-in-childhood.html 

National Cancer Institute (2025). Childhood Cancers. Available from: https://www.cancer.gov/types/childhood-cancers 

American Cancer Society. Childhood Cancer. Available from: https://www.cancer.org/cancer/childhood-cancer.html 

 

CDC (2025). Child Activity: An Overview. Available from: https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/guidelines/children.html