• Beranda
  • Penyakit
  • Kenali Gejala Prolaps Uteri (Turun Peranakan) dan Penanganannya

Kenali Gejala Prolaps Uteri (Turun Peranakan) dan Penanganannya

Kenali Gejala Prolaps Uteri (Turun Peranakan) dan Penanganannya
Ilustrasi turun peranakan. Credit: Freepik

Bagikan :

Prolaps uteri adalah kondisi ketika sebagian atau seluruh rahim turun dari posisi normalnya di dalam rongga panggul. Jika tidak ditangani dengan tepat, keluhan yang muncul dapat semakin memburuk, menimbulkan rasa tidak nyaman, serta meningkatkan risiko infeksi yang berulang.

 

Apa Itu Prolaps Uteri?

Prolaps uteri adalah kondisi ketika otot dan jaringan penyangga rahim melemah, sehingga uterus melorot atau turun ke dalam vagina. Kondisi ini dapat dialami oleh semua wanita, tetapi lebih sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause serta wanita yang pernah melahirkan secara vaginal lebih dari satu kali.

Otot dasar panggul tersusun dari otot, ligamen, dan jaringan yang berada di area panggul. Struktur ini berfungsi menopang rahim, vagina, kandung kemih, rektum, serta organ panggul lainnya. Prolaps uteri terjadi ketika otot dasar panggul mengalami kerusakan atau kelemahan sehingga tidak lagi mampu menopang organ-organ tersebut dengan baik. Akibatnya, rahim dapat turun ke dalam, bahkan keluar dari vagina.

Tingkat keparahan prolaps uteri bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, tergantung pada seberapa parah kelemahan otot penyangga rahim. Berdasarkan tingkat keparahannya, prolaps uteri dibagi menjadi empat tahap, yaitu:

  • Tahap I: Rahim turun ke bagian atas vagina

  • Tahap II: Rahim turun ke bagian bawah vagina

  • Tahap III: Rahim menonjol keluar dari vagina

  • Tahap IV: Seluruh rahim keluar dari vagina

Baca Juga: Rahim Diangkat, Masih Mungkinkah Mengalami Kanker Ovarium?

 

Penyebab Prolaps Uteri

Rahim berada di dalam panggul dan ditopang oleh sekelompok otot serta ligamen. Ketika struktur penyangga ini melemah, otot dasar panggul tidak lagi mampu menahan rahim pada posisinya sehingga rahim dapat melorot. Melemahnya otot panggul dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Penurunan tonus otot akibat menopause
  • Kehamilan
  • Persalinan normal
  • Obesitas
  • Batuk kronis atau kebiasaan mengejan berlebihan
  • Sembelit kronis
  • Kebiasaan mengangkat beban berat secara berulang

 

Gejala Prolaps Uteri

Prolaps uteri ringan sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, jika rahim bergeser lebih jauh hingga mencapai atau masuk ke dalam vagina, kondisi ini dapat menekan organ panggul lain seperti usus dan kandung kemih. Akibatnya, berbagai keluhan dapat muncul, antara lain:

  • Rasa berat, penuh, atau tertekan di area panggul
  • Nyeri di panggul, perut, atau punggung bagian bawah
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Jaringan rahim yang menonjol atau keluar melalui lubang vagina
  • Konstipasi
  • Gangguan buang air kecil, seperti sulit menahan atau mengosongkan kandung kemih

Keluhan biasanya terasa lebih berat saat berdiri atau berjalan dalam waktu lama, serta saat batuk atau bersin.

Baca Juga: Gejala Fibroid Rahim yang Perlu Diwaspadai

 

Penanganan Prolaps Uteri

Penanganan prolaps uteri disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi yang dialami, kondisi kesehatan secara umum, usia, serta keinginan untuk memiliki anak di masa mendatang. Beberapa pilihan penanganan prolaps uteri meliputi:

Non-bedah

  • Senam Kegel
    Membantu memperkuat otot dasar panggul dan umumnya dianjurkan pada prolaps uteri ringan. Latihan dilakukan dengan mengencangkan otot panggul seperti saat menahan buang air kecil, tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan. Ulangi hingga 10 kali per sesi dan lakukan 2–4 kali sehari.

  • Penyangga vagina (pesarium)
    Alat berbentuk cincin atau donat yang terbuat dari karet atau plastik, dipasang di dalam vagina untuk menopang rahim dan membantu mempertahankannya pada posisi normal.

  • Pola makan dan gaya hidup
    Perbanyak konsumsi air dan makanan berserat untuk mencegah sembelit dan mengurangi kebiasaan mengejan saat buang air besar. Menjaga berat badan ideal juga membantu mengurangi tekanan pada otot panggul saat berdiri atau berjalan.

Operasi

Beberapa pilihan operasi dapat direkomendasikan sesuai dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan prolaps yang dialami, antara lain histerektomi dan tindakan perbaikan prolaps. Perbaikan prolaps dilakukan dengan mengembalikan posisi rahim ke tempat semula, yaitu dengan mengaitkannya kembali pada ligamen panggul sebagai struktur penyangga.

 

Prolaps uteri sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Namun, jika Anda mulai merasakan keluhan yang mengarah pada prolaps uteri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Sebagai langkah awal, Anda juga dapat memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang tersedia dan dapat diunduh melalui App Store atau Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Senin, 29 Desember 2025 | 11:17
article-banner

Mayo Clinic. Uterine Prolapse. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-prolapse/symptoms-causes/syc-20353458

Cleveland Clinic. Uterine Prolapse. Available from: Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16030-uterine-prolapse

Health Direct. Prolapsed Uterus. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/prolapsed-uterus