• Beranda
  • Penyakit
  • Mengenal Disfonia Spasmodik, Kejang Pita Suara yang Menyebabkan Kesulitan Bicara

Mengenal Disfonia Spasmodik, Kejang Pita Suara yang Menyebabkan Kesulitan Bicara

Mengenal Disfonia Spasmodik, Kejang Pita Suara yang Menyebabkan Kesulitan Bicara
Ilustrasi masalah pita suara. Credit: Freepik

Bagikan :

Disfonia spasmodik (spasmodic dysphonia) adalah gangguan suara langka yang menyebabkan kesulitan berbicara akibat kejang tak terkendali pada pita suara. Kondisi ini membuat suara terdengar tegang, terputus-putus, atau seperti hilang tiba-tiba.

 

Apa Itu Disfonia Spasmodik?

Disfonia spasmodik, yang juga dikenal sebagai distonia laring, adalah gangguan suara langka yang memengaruhi laring (kotak suara) dan pita suara. Kondisi ini lebih sering dialami oleh perempuan. Penderitanya dapat mengalami suara yang terdengar pecah, tegang, tersengal-sengal, atau sangat serak saat berbicara.

Dalam kondisi normal, pita suara bergetar secara teratur untuk menghasilkan suara. Namun pada disfonia spasmodik, otot-otot yang mengendalikan pita suara mengalami kejang yang tidak terkendali.

Kejang ini menyebabkan pita suara menutup terlalu erat, sehingga suara terdengar tegang, lemah, atau terputus-putus. Akibatnya, berbicara menjadi lebih sulit dan pembicaraan sering kali sulit dipahami oleh orang lain.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Gejala Laryngopharyngeal Reflux

 

Jenis-Jenis Disfonia Spasmodik 

Terdapat tiga jenis disfonia spasmodik, yaitu:

  • Disfonia spasmodik adductor 
    Merupakan jenis yang paling umum. Pada kondisi ini, otot pita suara mengalami kejang sehingga pita suara menutup terlalu rapat. Akibatnya, suara terdengar tegang, kaku, dan serak.

  • Disfonia spasmodik abductor
    Jenis ini lebih jarang terjadi. Kejang menyebabkan pita suara terbuka dan berjauhan, sehingga sulit menghasilkan suara. Suara yang terdengar biasanya lemah, pelan, dan berdesis.

  • Disfonia spasmodik campuran
    Merupakan jenis yang sangat jarang. Kondisi ini merupakan gabungan dari kedua jenis di atas dan sering disertai tremor vokal, yaitu getaran halus dan tidak terkendali pada suara saat berbicara, sehingga suara terdengar gemetar.

 

Penyebab Disfonia Spasmodik 

Hingga kini, penyebab pasti disfonia spasmodik belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada ganglia basal, yaitu kumpulan struktur di otak yang berperan dalam mengatur gerakan, pembelajaran, fungsi kognitif, serta mengoordinasikan gerakan otot yang tidak disadari. Gangguan sinyal di area ini dapat menyebabkan otot-otot laring dan pita suara mengalami kejang yang sulit dikendalikan.

Faktor genetik juga diduga berperan dalam terjadinya disfonia spasmodik. Selain itu, kondisi ini dapat dipicu atau diperberat oleh beberapa faktor, seperti infeksi saluran pernapasan (misalnya pilek atau flu), cedera pada kotak suara, penggunaan suara secara berlebihan dalam jangka waktu lama, serta stres.

Baca Juga: Sakit Tenggorokan Semakin Parah, Bisa Jadi Laringitis Penyebabnya

 

Penanganan Disfonia Spasmodik 

 

Saat ini, belum ada pengobatan khusus yang dapat menyembuhkan disfonia spasmodik. Namun, tersedia beberapa pilihan perawatan untuk membantu meredakan kejang pada pita suara. Dokter akan menentukan jenis terapi berdasarkan usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta tingkat keparahan dan perkiraan lamanya kondisi berlangsung.

Beberapa terapi yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi kejang pita suara antara lain:

  • Suntikan Botox
    Suntikan Botox bekerja dengan menghambat sinyal saraf yang memicu kejang otot pita suara, sehingga suara dapat terdengar lebih lancar. Terapi ini perlu diulang setiap 3–4 bulan untuk mempertahankan manfaatnya.

  • Terapi suara
    Terapi suara bertujuan melatih cara menggunakan suara secara lebih efektif dan efisien. Terapi ini sering dikombinasikan dengan suntikan Botox untuk hasil yang lebih optimal.

  • Alat bantu komunikasi
    Beberapa orang dapat terbantu dengan penggunaan teknologi pendukung, seperti alat penguat suara atau perangkat yang mengubah teks tertulis menjadi suara.

 

 

Dengan penanganan yang tepat, gejala disfonia spasmodik dapat dikelola sehingga penderitanya tetap dapat berkomunikasi dengan lebih nyaman. Jika Anda mengalami keluhan suara yang menetap atau memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Rabu, 28 Januari 2026 | 14:40
article-banner

Cleveland Clinic. Spasmodic Dysphonia. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21838-spasmodic-dysphonia

John Hopkins Medicine. Spasmodic Dysphonia. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/spasmodic-dysphonia

Roland, J. (2023). What Is Spasmodic Dysphonia and How Is It Treated?. Available from: https://www.healthline.com/health/neurological-health/spasmodic-dysphonia

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. Available from: https://www.nidcd.nih.gov/health/spasmodic-dysphonia