Pernahkah Anda memperhatikan warna urine saat buang air kecil? Meski sering dianggap sepele, warna urine sebenarnya menyimpan banyak informasi tentang kondisi tubuh, termasuk apakah Anda sudah cukup minum air atau justru mengalami dehidrasi.
Tidak banyak orang tahu bahwa warna urine dapat menjadi indikator penting tingkat cairan dalam tubuh. Mengenali warna urine yang menandakan dehidrasi bisa membantu kita mencegah masalah kesehatan sejak dini.
Mengapa Urine Bisa Menjadi Indikator Dehidrasi?
Urine diproduksi oleh ginjal sebagai cara tubuh membuang limbah dan kelebihan zat melalui cairan. Warna urine terutama dipengaruhi oleh urokrom, yaitu pigmen alami yang dihasilkan saat tubuh memecah hemoglobin.
Jumlah air yang Anda minum akan menentukan seberapa pekat atau encer pigmen tersebut.
Menurut para ahli, urine yang jernih hingga kuning pucat menandakan hidrasi yang baik. Sebaliknya, ketika asupan cairan berkurang, ginjal akan menahan lebih banyak air untuk menjaga keseimbangan tubuh. Akibatnya, urine menjadi lebih pekat dan berwarna kuning tua, oranye, atau bahkan cokelat gelap.
Baca Juga: 5 Mitos Dehidrasi Yang Wajib Anda Ketahui
Seperti Apa Tanda-Tanda Dehidrasi?
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk. Dehidrasi bisa ringan, sedang, hingga berat, tergantung seberapa banyak kekurangan cairan yang dialami.
Tanda umum dehidrasi di antaranya:
- Urine berwarna gelap hingga oranye
- Volume urine berkurang
- Rasa haus yang meningkat
- Mulut kering atau lengket
- Kelelahan ringan atau pusing
Jika tidak ditangani, dehidrasi bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti penurunan tekanan darah, kebingungan, dan penurunan kesadaran.
Skala Warna Urine
Menurut para ahli, warna urine dibagi menjadi beberapa skala:
- Jernih hingga kuning pucat, artinya tubuh terhidrasi dengan baik
- Kuning terang hingga sedang, artinya normal
- Kuning pekat atau oranye, artinya tanda awal hingga dehidrasi sedang
- Cokelat gelap, artinya dehidrasi berat atau adanya kemungkinan masalah hati
Penting diingat bahwa beberapa obat atau suplemen bisa membuat urine berwarna lebih gelap. Jadi, pertimbangkan adanya konsumsi obat atau suplemen sebelum menyimpulkan bahwa warna urine pekat disebabkan oleh dehidrasi.
Baca Juga: Obat-Obatan yang Memicu Dehidrasi
Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Anda melihat urine berwarna kuning gelap atau oranye, langkah pertama yang paling penting adalah segera minum air putih. Mulailah dengan meneguk air secara perlahan, lalu terus minum sepanjang hari hingga urine kembali berwarna kuning muda.
Selanjutnya, pantau warna urine dan hindari minuman berkafein atau alkohol berlebihan.
Jika warna urine tetap gelap meski sudah minum banyak air, atau disertai gejala seperti demam, nyeri perut, mual, atau kekuningan pada kulit dan mata, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi ini mungkin menunjukkan adanya masalah hati atau ginjal yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Memiliki pertanyaan lain? Anda bisa berbicara dengan dokter melalui layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
Cleveland Clinic (2023). Dehydration. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9013-dehydration
Kathryn Watson (2024). Urine Colors Explained. Available from: https://www.healthline.com/health/urine-color-chart
Mayo Clinic (2025). Urine color. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urine-color/symptoms-causes/syc-20367333
NSW Health (2024). Urine colour chart. Available from: https://www.health.nsw.gov.au/environment/beattheheat/Pages/urine-colour-chart.aspx