Belanja Kompulsif vs Impulsif, Apa Sih Bedanya?

Belanja Kompulsif vs Impulsif, Apa Sih Bedanya?
Ilustrasi belanja. Credits: Freepik

Bagikan :

Belanja dapat menjadi cara cepat untuk melepaskan stres dan memberi rasa senang seketika. Kehadiran e-commerce juga membuat proses belanja semakin mudah karena Anda bisa membeli apa pun kapan saja tanpa harus keluar rumah.

Namun, meski menyenangkan, kebiasaan belanja yang tidak terkontrol dapat memengaruhi kondisi emosional dan keuangan. Jika tidak disadari sejak awal, perilaku ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

 

Apa itu Belanja Kompulsif dan Impulsif?

Dalam perilaku belanja tanpa kontrol, terdapat dua istilah yang sering disamakan, yaitu belanja impulsif (impulsive buying) dan belanja kompulsif (compulsive buying). Keduanya memang terlihat mirip, tetapi sebenarnya berbeda. Berikut perbedaannya:

Belanja impulsif

Belanja impulsif adalah tindakan membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya dan biasanya dipicu oleh dorongan sesaat. Contohnya, Anda masuk ke toko hanya untuk membeli sabun, tetapi pulang dengan cokelat, camilan, skincare, atau barang lain yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.

Belanja kompulsif

Belanja kompulsif berbeda dari belanja impulsif. Perilaku ini bersifat berulang dan sulit dikendalikan, bahkan ketika Anda sudah memahami konsekuensi negatif yang mungkin muncul setelahnya.

Pada belanja kompulsif, muncul dorongan kuat yang hampir tidak bisa ditahan untuk membeli barang, meskipun sebenarnya tidak dibutuhkan atau bahkan tidak akan digunakan.

Meski belum tercantum sebagai diagnosis resmi dalam buku panduan gangguan mental (DSM-5), banyak ahli menilai bahwa belanja kompulsif mirip dengan kecanduan karena pola perilakunya sulit dihentikan.

Baca Juga: Kecanduan Belanja Termasuk Gangguan Mental, Kenali Tanda-Tandanya

 

Perbedaan Mendasar Belanja Kompulsif Vs Impulsif

Perbedaan utama antara belanja impulsif dan belanja kompulsif ada pada motivasi dan polanya:

  • Belanja impulsif biasanya terjadi karena faktor luar, misalnya melihat diskon besar atau barang yang terlihat menarik. Pembelian terjadi spontan, tanpa rencana, dan sifatnya cepat berlalu.

  • Belanja kompulsif muncul dari dorongan emosional dalam diri, seperti stres, rasa kurang berharga, atau kecemasan. Orang dengan perilaku ini cenderung "merencanakan" aktivitas belanja untuk menghindari perasaan tidak nyaman, meski tahu akibatnya bisa merugikan.

Baca Juga: Meredakan Stres dengan Berbelanja, Ketahui Risikonya

 

Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasinya?

Belanja impulsif wajar terjadi pada hampir semua orang sesekali. Selama masih sesuai anggaran, kebiasaan ini tidak selalu merugikan. Namun agar tidak terjebak dalam belanja impulsif, Anda bisa mencoba beberapa strategi berikut:

  • Buat anggaran bulanan dan sisihkan uang khusus untuk kebutuhan yang tidak terlalu penting.

  • Gunakan uang tunai, bukan kartu kredit, agar lebih sadar berapa banyak yang dikeluarkan.

  • Terapkan aturan tunggu 24 jam, yaitu menunda pembelian barang tidak penting selama satu hari.

  • Batasi pemicu, seperti berhenti berlangganan email promosi dan tidak membuka aplikasi belanja setiap hari.

Sementara itu, belanja kompulsif lebih mirip perilaku kecanduan, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih serius. Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

  • Konsultasi dengan profesional, misalnya psikolog atau psikiater, untuk mendapatkan terapi perilaku kognitif yang membantu mengenali dan mengubah pola belanja.

  • Pertimbangkan penggunaan obat-obatan, sesuai anjuran dokter.

  • Libatkan keluarga dan teman untuk membantu mengawasi kebiasaan belanja.

  • Batasi akses belanja online, misalnya dengan menghapus aplikasi belanja dari perangkat.

 

Memahami perbedaan antara belanja impulsif dan belanja kompulsif membantu Anda lebih mengenali pola belanja sendiri. Dengan langkah yang tepat, kebiasaan belanja bisa tetap menyenangkan tanpa mengganggu kondisi emosional maupun keuangan.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai perilaku belanja impulsif dan kompulsif, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care yang tersedia di App Store dan Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Rabu, 10 Desember 2025 | 13:58
article-banner

Elizabeth Hartney, BSc, MSc, MA, PhD (2025). What Is a Shopping Addiction?. Available from: https://www.verywellmind.com/shopping-addiction-4157288 

Elizabeth Hartney BSc, MSc, MA, PhD (20240. The Difference Between Impulsive and Compulsive Shopping. Available from: https://www.verywellmind.com/difference-between-compulsive-and-impulsive-shopping-22336 

Owen Kelly, PhD (2025). Understanding Compulsive Shopping Disorder. Available from: https://www.verywellmind.com/what-is-compulsive-shopping-disorder-2510592 

Utpal Dholakia, Ph.D (2020). Why Are Certain Buying Impulses Harmful?. Available from: https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-science-behind-behavior/202004/why-are-certain-buying-impulses-harmful